Di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, yang menghubungkan Pulau Lombok dengan Bali, otoritas pelabuhan memberlakukan sistem buka tutup. Sepanjang Selasa (13/3/2012), pelabuhan tutup total. Penyeberangan baru kembali dibuka pada Rabu (14/3/2012) pukul 05.00 Wita.
Lunggu Simanjuntak, Manajer Operasional ASDP Indonesia Ferry Cabang Lembar yang dihubungi dari Mataram, Rabu, mengatakan sampai pukul 08.00 Wita, sudah lima kapal yang berhasil diberangkatkan. Namun dua kapal harus kembali setelah diterjang ombak tinggi.
Dua kapal yang kembali itu adalah KMP Mitra Nusantara dan KMP Shindu. Kapal itu kembali setelah dua jam berlayar.
"Tiga kapal sampai dengan selamat di Pelabuhan Padangbai, Bali, meski berlayar melebihi waktu normal. Tapi sejak pukul 08.00 Wita sampai siang ini, penyeberangan harus kami tutup," kata Lunggu.
Saat ini, tak kurang dari 200 truk barang memilih bertahan di Pelabuhan Lembar. ASDP mengimbau pemilik kendaraan agar tidak mengantre di area pelabuhan, mengingat cuaca di perairan yang masih tak menentu.
Dihubungi terpisah, Jumono, Kepala ASDP Indonesia Ferry Cabang Sape, Kabupaten Bima, mengatakan penyeberangan Sape tutup total sejak Selasa.
"Kita tidak punya pilihan lain. Akibat cuaca di perairan yang ekstrem, pelabuhan tutup total sejak Selasa sampai hari ini," katanya melalui pesan singkat, Rabu siang.
Penyeberangan Sape melayani rute menuju Labuhan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, dan ke Waikelo, Pulau Sumba, NTT. Pada kondisi normal, satu kali perjalanan memerlukan waktu sedikitnya delapan jam.
"Penutupan pelabuhan menyebabkan arus barang dan penumpang baik dari NTT ke NTB atau sebaliknya terhenti," tutup Jumono.
(trw/trw)











































