"Ini kita mau ke korbannya dulu. Yang terpenting kita akan beri bantuan psikoterapi untuk memulihkan kembali kepercayaan diri dan rehabilitasi trauma dia," kata Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, saat dihubungi detikcom, Rabu (14/3/2012).
Arist mengatakan pihaknya akan mengupayakan agar siswi tersebut bisa kembali ke sekolahnya dengan kepercayaan diri yang sama sebelum pemerkosaan terjadi. Jika siswi tersebut tidak mau kembali ke sekolahnya semula, maka akan diupayakan ke sekolah lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Komnas PA juga akan menemui tersangka pemerkosaan tersebut. Hal ini diperlukan untuk memberikan pengertian kepada pelaku kalau perbuatannya tidak bisa diterima akal sehat.
"Kita berikan support ke keluarga korban dan korban. Kita juga akan ketemu pelaku juga supaya mengerti betul perbuatan biadabnya," jelasnya.
Arist juga meminta pemerintah daerah tidak cuma di Bogor tapi wilayah lain untuk konsen terhadap transportasi anak sekolah. Jika diperlukan kembali diadakan bus-bus khusus untuk anak sekolah.
"Saya kira itu harus dipikirkan oleh pemerintah. Menyiapkan bus-bus seperti zaman tahun 1970-an dulu untuk anak sekolah. Itu sebagai haknya agar tidak terancam akibat tindakan-tindakan sopir angkot seperti itu," pintanya.
Sebelumnya, siswi SMP di Bogor diperkosa secara bergilir oleh dua sopir angkot 03 jurusan Ciapus-Ramayana. Siswi ini diperkosa di sebuah kamar di puncak pada tanggal 24 Februari. Korban sempat diancam agar mengikuti kemauan R dan P, si pemerkosa bejat.
(gus/)










































