"Insya Allah, kami optimis. Karena pemutakhiran data kali ini lebih baik dari sebelumnya," ujar Anggota KPUP DKI Jakarta, Jamaluddin F Hasyim di kantornya, jalan Budi Kemuliaan No 12, Jakarta, Rabu (14/3/2012).
Jamaluddin mengatakan, KPUP DKI Jakarta telah mengantisipasi permasalahan DPT dengan mengambil sejumlah langkah. Pertama, KPUP telah membuat software data pemilih di mana setiap warga dapat mengecek apakah dirinya sudah terdaftar sebagai pemilih atau tidak secara online.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga, rumah yang telah didata oleh PPDP akan ditempelkan stiker sebagai pemilih. Dalam stiker tersebut tertera jumlah calon pemilih yang memiliki hak memilih dalam rumah tangga tersebut.
"Dan terakhir, penetapan DPT bisa dilakukan langsung di tingkat PPS, yang diserahkan ke PPK dan tingkat kota hanya rekapnya saja. Kalau dulu kan, penetapan dibuat di tingkat kota. Nah, sekarang lebih baik," kata Jamaluddin.
Meski demikian, Jamaluddin juga berharap, pelaksanaan pemilukada DKI tahun ini bisa berjalan lebih tertib dan aman secara keseluruhan dibanding sebelumnya.
"Kalau soal demo-demo itu kan ada yang bayar pastinya. Mudah-mudahan sekarang lebih aman dan tertib lah," pungkas Jamaluddin.
Pemungutan suara pemilukada DKI Jakarta dijadwalkan pada 11 Juli 2012. Hingga kini belum ada pasangan cagub-cawagub yang mendaftar ke KPUP DKI meski pendaftaran pasangan calon peserta pemilukada telah dibuka sejak Selasa (13/3).
Pasangan calon perseorangan Faisal Basri-Biem Benyamin telah mendaftar kemarin. Namun banyaknya dukungan pasangan tersebut yang dibatalkan, menyebabkan pasangan itu harus memperbaiki syarat dukungan selambat-lambatnya 9 April 2012.
(rmd/mad)











































