"Kalau dari segi salat 5 waktu bagi umat Islam, itu tidak ada masalah karena ukurannya itu adalah matahari," ujar Suryadharma usai mengikuti rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIV Ambon di Kantor Kemenko Kesra, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (14/3/2012).
Dia mencontohkan bila umat muslim di Indonesia bagian barat melaksanakan salat subuh sekitar pukul 05.00 WIB, maka kawasan bagian timur akan melaksanakan waktu dua jam lebih awal sesuai terbitnya matahari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suryadharma menambahkan, kementeriannya siap menyosialisasikan perubahan jadwal waktu salat ini. "Setiap yang baru pasti ada sosialisasi, harus ada penyesuaian. Oleh karena itu, kalau memang wacana ini akan jadi kenyataan, penerapannya tidak boleh terburu-buru," ujarnya.
Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan walau sampai saat ini masih berupa wacana, namun riset terhadap penyamaan zona waktu di seluruh wilayah Indonesia sudah ada.
Bahkan sudah dibahas di Komite Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) sejak dirinya masih menjabat sebagai Menteri riset dan teknologi (Menristek).
"Untungnya banyak, bisa menghemat triliunan, hemat energi dan lebih cepat kita terkonek dengan dunia luar dalam melakukan bisnis," kata Hatta.
(fdn/mad)










































