"Dengan komposisi kursi PKS yang sebegitu besar, semestinya mereka maju dengan calon sendiri," ujar pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Andi Syafrani, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (13/3/2012).
Menurut dia, sekarang ini sudah waktunya PKS melakukan kaderisasi dengan mengusung calon internal untuk maju sebagai orang nomor satu di Jakarta. "Dengan dukungan nomor satu di Ibukota, PKS bukan buntut tapi kepala," imbuh Andi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, ancaman bagi calon incumbent sangat berpotensi muncul dari para calon yang maju melalui jalur perserorangan. "Saat ini verifikasi belum selesai, tapi kalau lolos yang berpotensi dapat dukungan suara menengah itu Hendardji Soepandji-Riza Patria dan Faisal-Biem. Keduanya masih ada kemungkinan lolos. Dalam satu bulan, mereka masih bisa mendapat dukungan ulang dan memenuhi syarat 50 persen," papar Andi.
Pemungutan suara pilgub DKI akan dilaksanakan 11 Juli mendatang. Saat ini, tepatnya 13 hingga 19 Maret, adalah tahapan pendaftaran calon. Bagi calon yang belum memenuhi kelengkapan persyaratan, masih punya waktu untuk memenuhinya hingga 9 April.
(vit/ndr)











































