Pernyataan tersebut disampaikan mantan Wakil Ketua KPK, Erry Riyana Hardjapamekas, melalui pesan singkat yang diterima detikcom, menanggapi pertanyaan mengenai 'pergolakan' yang ada di KPK, Rabu (14/3) pagi.
"Dinamika internal selalu terjadi, tapi biasanya tidak sampai ke luar," ujar Erry dalam pesan singkatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini tantangan bagi lima Pimpinan KPK, untuk segera menuntaskan tanpa intervensi dari siapa dan pihak mana pun," ujar Erry.
Sebelumnya, sumber detikcom membisikan, protes penyidik itu terjadi pada Senin (12/3) siang. Protes berawal dari penarikan 4 penyidik yakni Hendy Kurniawan dan Moch Irwan Susanto. Sebelumnya seorang penyidik Afief Y Miftach dan jaksa Dwi Aries Sudarto sudah dikembalikan 'paksa' ke institusinya. Para penyidik itu berhasil ditenangkan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto.
Disebut-sebut, pemulangan penyidik dan jaksa itu dikarenakan permintaan Samad dan Zulkarnaen. Kedua pimpinan itu menilai para penyidik itu 'membangkang' terkait penyidikan kasus. Padahal, masih menurut sumber detikcom, para penyidik itu bukan melawan namun mengikuti prosedur dan tahapan proses penyidikan.
Tapi sikap mereka dianggap sebaliknya. Penyidik polisi dan jaksa dianggap membangkang. Nah, pembangkangan itu berujung pada pemulangan. Salah satu kasus yang menjadi bahan 'keributan' soal penanganan Miranda S Gultom.
Juru bicara KPK Johan Budi yang dikonfirmasi membantah soal adanya pergolakan. Namun menurut dia hal biasa saja kalau penyidik jaksa dan polisi bertandang ke ruangan pimpinan.
"Kalau keperluannya demo atau protes saya tidak tahu. Saya di lantai 3 penyidik di lantai 8," jawab Johan diplomatis saat dikonfirmasi.
(ahy/tfq)










































