Polisi Belum Berhasil Bekuk Pelaku Teror Bom di Bandung
Kamis, 05 Agu 2004 11:01 WIB
Bandung -
Kasus teror "letusan" di dua lokasi di kota Bandung yang diduga terkait dengan persaingan bisnis judi, masih ditangani oleh tim khusus yang dibentuk Polwiltabes Bandung. Sejauh ini belum ada tersangka yang ditangkap atau ditahan.Demikian ditegaskan Kasatserse Polwiltabes Bandung AKBP Asep Syahrudin dan Kapolresta Bandung Tengah AKBP Irwanto ketika dikonfirmasi detikcom/b> di Bandung, Kamis (5/8/2004). Sebelumnya sempat beredar informasi bahwa 2 orang tersangka pelaku sudah ditangkap polisi.Menurut AKBP Asep Syahrudin, pihaknya sampai saat ini masih mengembangkan penyelidikan dan menggali informasi dari saksi-saksi. "Tidak benar informasi sudah ada tersangka pelaku yang ditangkap," katanya.Soal adanya satu orang berinisial AA yang kini ditahan dan diperiksa di Mapolresta Bandung Barat, AKBP Asep menegaskan bahwa kasusnya adalah soal perjudian. "Dia diperiksa karena kasus 303 (Pasal 303 KUHP tentang perjudian,-red). Tidak ada kaitannya dengan teror bom di Braga dan Naripan itu," tegasnya.AKBP Asep lebih jauh meminta agar pemberitaan soal perkembangan kasus penyelidikan itu jangan terlalu jauh dikorek dulu. "Nanti proses penyelidikan justru terganggu. Percayakan saja, bahwa kami masih terus melakukan pemeriksaan dan mencoba mengejar pelakunya," katanya.Hal senada juga dikemukakan Kapolresta Bandung Tengah AKBP Irwanto. Menurut Kapolresta, kendati kasus teror bom itu terjadi di wilayahnya, saat ini penanganannya dilakukan oleh tim khusus dari Polwiltabes. "Saya juga tidak bisa memberikan keterangan lebih banyak lagi. Prinsipnya, Polresta Bandung Barat memberikan bantuan penuh untuk pengusutan tuntas kasus ini," katanya.Sementara Kapolresta Bandung Barat AKBP Edi Mulyono yang disebut-sebut kini sedang memeriksa satu orang tersangka belum berhasil ditemui. Menurut informasi, Kapolresta Bandung Barat sedang melakukan perjalanan ke Malaysia sehubungan dengan kegiatan studinya.Seperti diketahui, teror bom di Bandung sempat terjadi pada hari Rabu (14/7/2004) lalu di 2 tempat, yaitu di Hotel Braga dan pertokoan Jl Banceuy. Bom yang sebetulnya lebih mirip petasan itu, sempat menggegerkan kota Bandung dan diduga-duga ada kaitan dengan penggagalan pelaksanaan pemilu. Belakangan, diduga kasus itu terkait dengan persaingan bisnis judi dan permainan ketangkasan.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































