Hakim Cantik Deva Ingin Ditugaskan Dekat Ibunda yang Sakit Lupus

Hakim Cantik Deva Ingin Ditugaskan Dekat Ibunda yang Sakit Lupus

- detikNews
Selasa, 13 Mar 2012 16:40 WIB
Hakim Cantik Deva Ingin Ditugaskan Dekat Ibunda yang Sakit Lupus
Jakarta - Tantangan berat bertugas sebagai hakim Pengadilan Negeri (PN) Muara Bulian, Jambi, harus dilalui mantan finalis Miss Indonesia 2006, Deva Indah. Perbedaan budaya, kondisi alam, cuaca hingga air yang keruh adalah sebagian tantangan yang harus dihadapinya. Namun bagi Deva itu adalah risiko pekerjaan.

Setelah 3 tahun bertugas di Jambi, Deva berharap bisa dipindahtugaskan ke Pulau Jawa. Keinginan ini lahir bukan karena ingin lari dari tantangan, tetapi karena ingin dekat dengan ibundanya, Fauziah Lina (50) yang sakit lupus sejak 2005 silam.

"Sekarang saya sudah tugas di sini selama 3 tahun. Saatnya mutasi per tiga tahun. Kalau boleh berharap, saya ingin dipindah ke Pulau Jawa. Bukan apa-apa, tetapi biar kalau ada apa-apa dengan mama, bisa cepat-cepat menjenguk. Kalau di Jawa kan ke mana-mana bisa dicapai, ada kereta, travel, bus atau lainnya," kata Deva dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (13/3/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyakit Lupus yang diderita ibunda Deva ini sempat memasuki stadium tiga dari tiga tahapan, yaitu sudah menyerang organ dalam. Tetapi lewat usaha dan doa, sang ibunda perlahan pulih, meski belum sembuh total.

"Sekarang kalau dengar suaranya sih seperti orang sehat. Tapi kalau bertemu, dia masih sakit. Jalan lambat, jauh sedikit harus pakai kursi roda," ungkap finalis Miss Indonesia 2006 ini.

Kondisi ini lebih baik dibandingkan 7 tahun silam. Saat itu kulit ibunda Deva bersisik dan bercak merah. "Kini sudah baikkan. Tapi tetap perawatan dengan herbal dan perawatan spiritual. Dulu sehari minum obat hingga 30 butir obat. Bolak-balik masuk rumah sakit," kata hakim yang menggondol S2 Hukum Bisnis dari Universitas Padjajaran, Bandung, ini.

Atas alasan itu, dia sangat berharap bisa ditugaskan di Pulau Jawa. Sebab, jika di Jambi, jadwal penerbangan terbatas. "Kalau di Jawa, kan 24 jam bisa tancap gas kapan pun. Sehari (perjalanan) bisa sampai," harap dara cantik berdarah Indonesia-Belanda ini.


(asp/nvt)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads