PKS masih belum memutuskan akankah berkoalisi dengan partai lain atau mengusung kader sendiri di pilkada DKI. Sementara itu ada dua nama kader PKS yang digadang-gadang yakni Triwisaksana dan Hidayat Nurwahid. Keduanya dinilai sama-sama layak.
"Menurut saya Hidayat Nurwahid dan Sani (sapaan Triwisaksana, red) layak dikedepankan. Hidayat sangat populer di Jakarta. Sedangkan Sani sangat mengerti Jakarta karena sebagai pimpinan DPRD DKI," ujar pengamat politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya kepada detikcom, Selasa (13/3/2012).
Meski keduanya layak dimajukan, Yunarto berpendapat, PKS sebaiknya tidak mengusung pasangan cagub-cawagub dari internal partai. PKS menurutnya, sebaiknya memberikan posisi cawagub kepada eksternal partai. Sementara untuk cagub, dapat dimajukan Hidayat atau Sani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yunarto menyayangkan sebagai partai terbesar kedua setelah Partai Demokrat berdasarkan pemilu 2009, tapi terkesan tidak berani mengambil sikap. Menurutnya, PKS saat ini tersandera oleh incumbent, Fauzi Bowo.
Apalagi PKS, lanjut dia, pada pemilukada DKI tahun 2007 lalu dengan gagah berani menghadapi 20 parpol yang mengusung pasangan calon yang saat ini menjadi gubernur DKI Jakarta. "Ironis kalau misalnya tiba-tiba memberikan posisi DKI-1 kepada incumbent, sementara PKS sendiri mentarget posisi DKI-2. Karena menang di Jakarta sangat menentukan untuk 2014," pungkas Yunarto.
Golkar, PPP, dan PDS sudah mengusung pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono. Sedang PD, walau menyiapkan 2 calon yakni Nachrowi Ramli dan Fauzi Bowo, namun arahnya cenderung lebih kuat ke Fauzi. SBY sudah memberi lampu hijau. Sedang PDIP lewat Taufiq Kiemas sudah terang-terangan siap bergabung ke Fauzi Bowo. Tinggal PKS yang belum menyatakan maju sendiri atau koalisi dan pasangan mana yang diusung.
(rmd/vit)











































