Ulah pendemo yang melakukan demostrasi di depan Mahkamah Agung (MA) makin beragam. Setelah Bupati Subang non-aktif, Eep Hidayat, menggigit sandal di depan MA meminta keadilan bagi dirinya beberapa waktu lalu, kini giliran 'orang utan' yang mendemo MA meminta keadilan bagi satwa liar.
Pantauan detikcom di depan Kantor MA, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (13/3/2012), demo berlangsung sejak pukul 10.00 WIB. 12 Orang yang mengikuti aksi itu.
6 Dari 12 orang mengenakan kaos berkerah warna oranye bergambar mata orang utan warna putih di bagian depan dengan tulisan 'Center of Orang Utan Protection (COP)' di dada sebelah kiri. Keenam orang tersebut memakai topeng gajah, kukang, orang utan, harimau, kera, dan bekantan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lemahnya penegakan hukum membuat pembantaian satwa liar terus berlanjut," kata Juru Kampanye COP, Daniek Hendarto, di lokasi.
Daniek menjelaskan saat ini sedang digelar tiga persidangan kasus pembantaian orang utan di Kalimantan Timur (Kaltim), yaitu 2 persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sangatta di Kutai Timur dan 1 persidangan di PN Tenggarong di Kutai Kartanegara. Dari tiga persidangan tersebut, diadili delapan terdakwa dari tiga perusahaan perkebunan.
Sebanyak empat terdakwa berasal dari PT Khaleda Agroprima Malindo atau yang lebih dikenal dengan nama Metro Kajang Holding (MKH) Berhad. Dari empat orang MKH Berhad, dua orang di antaranya duduk di level manajemen perusahaan.
Sementara itu, dua orang terdakwa lainnya berasal dari PT Saabhantara Rawi Sentosa dan dua orang lagi dari PT Prima Cita Selaras. Keempat orang dari dua perusahaan tersebut merupakan pekerja lapangan.
"Seharusnya hakim meminta polisi mengusut lebih jauh manajer perkebunan yang terlibat. Kita berharap ada pihak-pihak yang besar seperti dari manajemen, karena kita tahu pekerja lapangan yang terlibat hanya menjalankan instruksi dari perusahaan," jelas Daniek.
Saat ini aksi demo masih berlangsung dengan pengawalan tiga orang polisi. Arus lalu lintas di sekitar Jalan Medan Merdeka Utara tidak terganggu.
(tor/vit)










































