Tim Amien: Kubu Wiranto Kurang Hayati Data Hasil Pilpres
Kamis, 05 Agu 2004 09:13 WIB
Jakarta - Tim Amien Rais-Siswono siap membagi data kepada kubu Wiranto-Wahid dalam pembuktian gugatan sengketa hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi. Namun tim Wiranto-Wahid dinilai kurang menghayati bukti-bukti yang ada.Penilaian ini disampaikan Kepala Litbang Amien for President (AFP) Sayuti As-syatri dalam perbincangan dengan detikcom melalui telepon, Rabu (4/8/2004) malam.Dijelaskan Sayuti, pihaknya siap membagi data tentang kesalahan dalam penghitungan suara pemilu presiden putaran pertama. Ini untuk membuktikan pilpres lalu kurang atau bahkan tidak kredibel sesuai sikap tim Amien-Siswono yang menolak menandatangani rekapitulasi manual di 19 provinsi."Hanya memang masalahnya pada waktu pembuktian di MK, nampaknya tim Pak Wiranto kurang menghayati. Menurut kami bukti-bukti yang ada sangat kuat, tapi penghayatan datanya kurang. Tidak seperti kami," katanya.Menurut Sayuti, data-data yang dimilikinya menunjukkan ada sesuatu yang salah dalam penyajian hasil pilpres. Hanya saja ini membutuhkan penelurusan ke bawah, sampai ke kabupaten, kecamatan, dan TPS. "Data-data yang tidak balance di provinsi mungkin kecil, misal 200.000 ribu suara seperti di Banten. Tapi ini menunjukkan ada sesuatu yang salah di bawah, di TPS, Kecamatan, dan kabupaten. Dan yang di provinsi itu cuma gunung es-nya."Yang jadi masalah, menurut Sayuti, sidang MK hanya menitikberatkan pada perselisihan hasil suara dan tidak memberi kesempatan untuk menelusuri proses terjadinya kesalahan penghitungan. Faktor ini memang akan menyulitkan pemohon untuk membuktikan gugatannya."Jadi seperti kasus pencurian yang dipentingkan cuma berapa barang yang dicuri. Padahal berapa pun jumlahnya kan tetap pencurian. Nah ini tidak diberi kesempatan untuk ditelusuri," papar Sayuti.Ketika ditanya tentang tindak lanjut kesediannya membagi data kepada tim Wiranto-Wahid yang terlihat kesulitan dalam pembuktian, Sayuti kembali menegaskan siap melakukannya. "Ini kan sudah jadi data publik. Jadi silakan saja kalau tim Pak Wiranto mau memakai."
(gtp/)











































