Aksi 100 mahasiswa menolak kenaikan BBM di Palopo, Sulawesi Selatan, diwarnai dengan pembakaran ban. Namun, salah seorang mahasiswa malah menjadi korban karena tersambar api.
Kapolres Palopo AKBP Fajarudin saat dikonfirmasi kabar ini mengatakan aksi dilakukan sekitar pukul 11.00 WITA. Ada 100 orang yang beraksi di sekitar kantor DPD Palopo.
Pada awalnya aksi berlangsung tertib. Namun, ketika para pendemo hendak membakar ban, ada seorang mahasiswa STAIN Palopo bernama Epan (20) yang tersambar bensin.
"Mahasiswa itu mau membakar bakar ban, kemudian ban disiram pakai bensin, kemudian dibakar. Di botol aqua ada sisa, ternyata nyambar ke muka dia. Daya sambarnya kan cepat. Cipratan apinya itu kena dia sehingga dia terbakar," kata Fajaruddin kepada detikcom, Senin (12/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Fajarudin, pihaknya sudah mengingatkan sejak awal supaya tidak melakukan aksi bakar ban. Namun, imbauan itu tidak digubris.
"Kalau sudah kaya gitu kan repot juga," terangnya.
"Dia mengalami luka bakar bagian muka, telinga kanan dan kiri serta tangan kanan. Tubuhnya nggak terbakar," imbuh Fajarudin..
Kini, Epan masih mendapat perawatan di RS Medika Palopo. Sementara aksi yang berlangsung hingga sore tadi berjalan damai tanpa ada insiden lanjutan.
"Ada dua ban ditumpuk. Akhirnya nggak jadi kebakar, langsung dibuang oleh para pendemo. Karena sudah terbakar orangnya, kita langsung singkirkan ban itu," tutupnya.
(mad/vit)










































