"Kami menitipkan jeriken kami empat hari. Itu pun pembeliannnya di batasi," kata H. Samirin (50), salah satu pemilik kapal yang ditemui detikcom di SPBN Munjung Agung kabupaten Tegal, Senin (12/3/2012).
Menurut Samirin, kesulitan solar yang dialami nelayan Tegal, mulai dirasakan sejak sepekan terakhir menyusul ramainya kabar rencana kenaikkan BBM.
Hal senada juga di kemukakan oleh Resi (30), nakhoda kapal "Sejahtera". Untuk mendapatkan solar sebanyak 500 liter, ia harus menunggu sepekan. Karena setiap antri di SPBN, ia hanya mendapatkan jatah pembelian sebanyak 200 liter.
"Kami seharusnya mulai berangkat melaut sejak sepekan lalu, terpaksa baru bisa besok pagi. Karena baru hari ini kami dapat solar," kata Resi yang memiliki 20 ABK ketika ditemui di SPBN Jongor.
Di SPBN Jongor, Kota Tegal, ratusan jeriken dan bak penampung solar milik nelayan yang memadati halaman SPBN tersebut.
Sementara, petugas SPBN Jongor, Nurohman (38) mengatakan, pihaknya tidak bisa memenuhi kebutuhan solar para nelayan dikawasan ini karena terbatasnya.
Enam tangki solar yang ada di SPBN tersebut, hanya bisa untuk memenuhi 5 sampai 6 kapal.
"Jumlah nelayan yang membeli solar, naik dua kali lipat dari hari sebelumnya," ungkapnya.
(trw/trw)











































