Sidang hari ini Senin (12/3/2012) rencananya akan memilih lima calon dari tujuh calon yang dinyatakan lolos administrasi. Sidang yang digelar di Balai Senat UGM akhirnya diisi dengan pengenalan tujuh calon yang lolos.
Ke-7 calon itu adalah Prof Dr Hartono (Direktur Sekolah Pascasarjana UGM), Dr dr HM Hafizurrachman MPH (staf pengajar AKK-FKMUI Jakarta), Prof Dr Danang Parikesit MSc(Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UGM), Prof Ir Suryo Hapsoro Tri Utomo PhD (Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Pendidikan Tinggi).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan empat orang calon yang tidak lolos administrasi Prof Ir Atyanto Dharoko, PhD, Drg Suryono, SH, PhD, Prof Ir Zainal Bachruddin dan Ir bagas Pujilaksono, MSc, PhD.
Sikap protes dan kekecewaan sejumlah dekan dan guru besar UGM terjadi saat sidang pleno berlangsung. Mereka memprotes kebijakan Panitia Ad Hoc yang dianggap tidak menggunakan aturan yang tepat dalam pilrek. Kekecewaan bertambah lagi ketika mengetahui Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UGM, Prof Sofian Effendi tidak bisa
hadir untuk memimpin sidang pleno kali ini dan lebih memilih menghadiri rapat dengan World Bank.
Sidang pleno akhirnya hanya diisi pengenalan ketujuh balon rektor yang lolos seleksi administrasi. Para calon pun tidak bisa melakukan apa-apa dengan adanya penundaan tersebut. Adanya penundaan itu, mereka berharap MWA bisa mensosialisasikan aturan pilrek kepada civitas akademika UGM agar tidak terjadi protes.
"Harus ada solusi, sehingga proses pilrek UGM tidak akan terganggu nantinya," kata Hartono.
Sementara itu Ketua PAH Pilrek UGM, Prof Dr Supama mengatakan masalah ketidakhadiran ketua MWA bukan alasan utama dan ini tidak substansial sebagai alasan penundaan pemilihan tahap pertama. Sebab dalam pemilihan rektor periode sebelumnya ketika MWA dipimpin Prof Dr Amien Rais juga terjadi hal serupa.
Menurut Supama penundaan sidang pleno ini dikarenakan pendeknya jeda waktu antara pengumuman pendaftaran pada Sabtu (10/3/2012) lalu dengan pemilihan carek pada Senin (12/3/2012), sehingga banyak anggota Senat Akademik (SA) dan Majelis Guru Besar (MGB) tidak mengenali balon yang dipilihnya.
"Panitia memutuskan untuk dijadwalkan ulang hingga 15 Maret nanti, sehingga semua tahu calon-calon yang telah lolos," katanya.
Supama mengatakan agar semua anggota Senat Akademik dan Majelis Guru Besar UGM yang berhak memilih mengetahui semua calon, panitia akan memberikan curriculum vitae masing-masing calon. Setelah pemilihan lima calon pada 15 Maret mendatang, seleksi akan kembali dilakukan pada 19 Maret untuk mendapatkan tiga calon berdasarkan jumlah suara terbanyak.
"Pada 22 Maret, ketiga calon akan dikerucutkan menjadi satu untuk mendapatkan nama Rektor UGM yang terpilih. Dalam pemilihan pada 22 Maret nanti, Mendikbud akan hadir untuk ikut memilih. Sebab sesuai aturan, Mendikbud memiliki jatah suara 35 persen," kata Supama.
(bgk/trw)











































