Pemukulan terjadi saat seratusan wartawan dan anggota LSM berunjuk rasa di halaman gedung DPRD Pematang Siantar, Senin (12/3/2012) siang. Mereka mengecam sikap Walikota Pematang Siantar, Hulman Sitorus yang dinilai mendiskreditkan profesi wartawan dan LSM.
Saat tiba di halaman kantor dewan, wartawan dan anggota LSM dihadang belasan Satpol PP. Dalam upaya mereka mencoba masuk, terjadilah aksi saling dorong. Tiba-tiba Rivai Bakara, wartawan media lokal Pematang Siantar dipukul oknum Satpol PP.
Kemarahan wartawan pun tersulut. Mereka mengejar pelaku hingga terjadi keributan. Keributan reda setelah anggota Polres Pematang Siantar menengahi keributan.
Koordinator aksi, Larham Simaremare mengatakan, pihaknya akan membuat laporan pengaduan atas penganiayaan yang dilakukan oknum Satpol PP tersebut.
"Saat ini kami sedang mencari tahu identitas pelaku. Kemudian kami akan membuat laporan pengaduan ke polisi," kata Larham.
Aksi seratusan wartawan ke DPRD Pematang Siantar merupakan buntuk kemarahan wartawan dan anggota LSM atas ucapan Walikota Pematang Siantar yang menyebutkan pers dan LSM merusak demokrasi. Kalimat tersebut dikatakan Hulman di depan pengurus GMKI dalam acara Konsultasi dan Studi Wilayah I GMKI, Rabu (7/3/2012) lalu
(rul/trw)











































