Pro kontra kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan solar yang akan dilakukan oleh pemerintah per 1 April terus berlangsung. Pengamat Energi Pri Agung Rakhmato menilai, bila memang pemerintah akan menaikan harga BBM, tentunya harus ada alternatif lain bagi masyarakat yang terkena dampak penghapusan subsidi BBM itu.
"Harus dilihat baiknya, jika BBM di batasi apakah mau masyarakat di batasi, tinggal pilih saja. Harus dilihat konteksnya," kata Agung dalam pesan singkat yang diterima detikcom di Jakarta, Senin (12/3/2012).
Agung juga mengatakan, bila memang tidak mau dinaikan, berarti masyarakat harus menanggung bersama subsidi BBM yang membengkak sampai Rp 60 trilun lebih. Apalagi program pembatasan bagi kendaraan roda empat pribadi juga tidak mungkin dilakukan melihat kompleksitas implementasinya dilapangan.
Agung melanjutkan rencana pemerintah untuk menaikan harga BBM, bukan sekedar untuk menutupi defisit APBN. Bila pemerintah tidak menaikan berarti akan ada puluhan triliun bahkan sampai ratusan triliun yang akan di alokasikan ke subsidi BBM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT











































