"Hasil penelitian, pengejaran dan analisa dari pengakuan tersangka yang ditangkap, senpi yang digunakan pengakuan mereka adalah 14 pucuk," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/3/2012).
Rikwanto mengatakan, usai merampok, Jumat (24/2) lalu, para pelaku melarikan diri ke Serang, Banten. Setibanya di safe house di Lopang, Serang yang disediakan oleh tersangka Toni, para pelaku mengumpulkan 14 senjata api tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
7 Pucuk senjata api yang berkualitas buruk, dipisahkan dalam satu tas untuk dibuang. Sisanya, 7 pucuk lainnya dibawa oleh AN.
"Kemudian, salah satu tersangka yang masih DPO beirnisial AN menitipkan satu tas berisi 7 pucuk senjata api itu kepada Amel alias Kartini. Amel adalah mantan pacar dari AN," jelasnya.
AN menyuruh Amel membuang senjata api terseb senpi tersebut dibuang sungai. Ada tiga sungai yang dijadikan lokasi pembuangan senjata api yakni di Sungai Padekpancur, Jembatan Kali Bedeng dan Irigai Bedeng yang terletak di Desa Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Dari 7 pucuk senjata api ini, polisi sudah berhasil menemukan 6 pucuk di antaranya.
"Di sungai Padekpancur ada dua pucuk senjata api yang dibuang, 1 pucuk FN dan 1 pucuk revolver rakitan dengan maisng-masing 6 butir peluru," katanya.
Di bawah jembatan Kali Bedeng ditemukan 1 senpi dengan 6 butir peluru. Di Kali Irigasi Bedeng, ditemukan 2 senpi FN dalam tas warna coklat berikut magazen dan 25 butir peluru serta 1 pucuk revolver organik tanpa laras berikut 26 butir peluru.
Di lokasi yang sama, petugas menemukan 1 pucuk senjata revolver rakitan berikut 3 butir peluru dan 3 saelongsong.
"Senjata banyak rakitan, FN ini pabrikan yang akan kita selidiki asalnya," katanya.
Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Toni Harmanto mengatakan, pihaknya masih menyelidiki asal mula senjata api tersebut.
"Asal muasalnya masih kita selidiki," kata Toni.
(mei/gun)











































