"Pelatihan yang kita adakan dalam meningkatkan skill SDM supaya bila dibutuhkan koordinasi lebih bagus," kata Ketua Divisi Tanggap Darurat DPP PD, Umar Arsal, sebelum Pembukaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) SAR Tingkat Nasional, Divisi Tanggap Darurat DPP Partai Demokrat, di Bumi Perkemahan Cibubur Lapangan Kempa 3, Cibubur, Jakarta, Senin (12/3/2012).
Dikatakan Umar, diklat ini merupakan angkatan pertama dari tiga angkatan yang direncanakan divisinya. Diklat pertama ini diikuti oleh 100 kader PD se-Jawa, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, dan Satgas Rajawali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Umar, diklat ini akan berlangsung selama satu minggu. Peserta akan dibekali dengan pengetahuan dan praktik manajemen SAR dan skill individu.
"Empat hari teori di Bumi Perkemahan Cibubur dan tiga hari praktik di Gunung Salak," jelas Umar.
Selain itu, diklat ini juga untuk meningkatkan sinergi dengan instansi lainnya saat ada bencana di lapangan. Untuk itu, PD menggandeng Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) sebagai instruktur.
"Dengan pelatihan ini kita harapan koordinasi maksimal," terang Umar.
Diklat ini nantinya akan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum DPP PD, Anas Urbaningrum. Selain itu, turut pula hadir Sekjen DPP PD, Edhie Baskoro Yudhoyono.
Pada kesempatan yang sama, akan dilantik pula Koordinator Nasional Rajawali Siaga Bencana (Ragana). Ragana merupakan organisasi relawan bentukan PD namun tidak terkait dengan partai.
Organisasi ini sengaja dibentuk dan lepas dari partai agar tidak ada embel-embel partai saat menangani bencana nantinya.
"Ragana melepaskan atribut partai agar tidak terjadi conflict of interest saat menangani bencana," tandas Umar yang juga sekaligus Koodinator Ragana yang akan dilantik.
(rmd/nwk)











































