Tiga dari empat pelaku, masing-masing Fadli (28), Takdir (20) dan Zul (29), dibekuk saat beraksi di sebuah mesin ATM BNI di kawasan kelurahan Dendengan Luar, tepatnya di supermarket Queen Mart, Kecamatan Tikala.
"Satu pelakunya yakni Poker, berhasil melarikan diri. Semuanya berasal dari Sulawesi Selatan," ujar Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Nanang Nugraha kepada detikcom, Minggu (11/3/2012) siang.
Dari tangan para pelaku, polisi berhasil mengamankan uang tunai Rp 3,6 juta, tang, obeng dan peralatan lain yang digunakan untuk membongkar mesin ATM.
"Modusnya, mereka memanfaatkan waktu lengang dihari libur, saat warga tidak beraktivitas," sambung Nanang.
Hasil penyidikan sementara, kawanan ini telah berhasil membobol ATM BNI di depan Manado English Conversation Study (MECS), Kelurahan Tikala Kumaraka dan supermarket Queen Mart di Dendengan Luar, Kecamatan Tikala.
"Kami masih akan menyelidiki keterkaitan kawanan ini, dengan pembobolan ATM yang terjadi di Manado," ungkap mantan Kapolsek Urban Wenang.
Aksi kawanan ini tergolong rapi. Pelaku memasukkan lem ke dalam mesin ATM agar kartu nasabah tertinggal. Setelah nasabah pergi ke bank terdekat, pelaku mengambil kartu dan menguras uangnya.
Pelaku juga menggunakan stiker call center palsu yang ditempel di mesin ATM untuk dihubungi korban. "Biasanya korban panik dan kami suruh hubungi call center. Kami minta nomor pin kartu untuk pemblokiran, padahal itu hanya trik saja," salah satu pelaku, Fadli.
Hasil penyelidikan, Fadli ternyata pernah menggasak Rp 44 juta dari ATM yang sama di Kecamatan Tikala. (trw/nrl)











































