OC Kaligis Sebut Moerdiono Konseptor Supersemar

OC Kaligis Sebut Moerdiono Konseptor Supersemar

- detikNews
Minggu, 11 Mar 2012 15:15 WIB
Jakarta - Hari ini, 46 tahun silam, Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) terbit. Keberadaan naskah asli dan isinya, dinilai belum clear. Mensesneg era Orde Baru, Moerdiono, disebut-sebut sebagai salah satu konseptor terbitnya surat yang menandai perpindahan kekuasaan dari Orde Lama ke Orde Baru itu.

Nama Moerdiono sama sekali tidak tercatat dalam sejarah Supersemar sebagaimana ditulis situs wikipedia. Surat yang ditandatangani Presiden Soekarno pada 11 Maret 1966 itu berisi perintah yang menginstruksikan Soeharto, selaku Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk mengatasi situasi keamanan yang buruk pada saat itu.

Supersemar yang beredar dan tercatat dalam buku-buku sejarah, dikeluarkan dari Markas Besar Angkatan Darat (AD). Sebagian kalangan sejarawan Indonesia mengatakan bahwa terdapat berbagai versi Supersemar sehingga masih ditelusuri naskah Supersemar yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno di Istana Bogor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu di mana peran Moerdiono? "Tidak banyak yang tahu, Pak Moer (Moerdiono) adalah konseptornya (Supersemar)," kata pengacara senior, OC Kaligis, sebelum meninggalkan acara launching buku "Pak Moer-Poppy The Untold Story" di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Minggu (11/3/2012).

Benarkah ungkapan Kaligis tersebut? Kaligis tidak menjelaskan secara rinci keterkaitan langsung antara Moerdiono dan Supersemar. Namun berdasarkan literatur, saat Supersemar terbit, Moerdiono tercatat staf Gabungan V KOTI dengan pangkat Letnan Satu.

Kaligis mengaku mengenal Moerdiono sejak tahun 1998. Dari interaksi intens, Kaligis menyimpulkan Moerdiono sebagai sosok yang profesional dan loyalitas tinggi kepada pemerintah.

"Buku ini menceritakan apa yang tidak diketahui dan tidak dibicarakan orang-orang tentang Pak Moer," ujar Kaligis.

Kaligis melanjutkan, di dalam buku tersebut, kisah seorang Moerdiono diceritakan secara manusiawi tentang kehidupannya. "Kalau kita lihat judul bukunya, diceritakan tentang apa yang belum diberitakan tentang Pak Moer, dan di dalam buku ini, diberitakan secara manusiawi. Itulah Pak Moer," jelasnya.

Kaligis mengatakan buku tersebut cocok sebagai upaya merehabilitasi nama Moerdiono yang jelang akhir hidupnya didera isu yang berdampak tidak baik bagi namanya sebagai mantan pejabat publik.

"Saya kira ini buku apa adanya dan manusiawi sekali. Inilah yang untold story. Jadi dalam bahasa hukumnya cocok untuk merehabilitasi namannya," jelasnya.

Moerdiono meninggal 7 Oktober 2011. Buku "Pak Moer-Poppy The Untold Story" yang ditujukan untuk mengenang sosok politisi yang terkenal kalem itu, ditulis Derek Manangka. Acara launching dihadiri Poppy Dharsono dan sejumlah sahabat.


(try/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads