"Mei sudah bisa kita pakai karena prosesnya sudah berjalan sampai sekarang, paling lama setelah reses kita harap sudah siap dipakai. Memang ruang baru Banggar harus dipakai karena sudah dibangun dan memang kebutuhan Banggar," kata Ketua BK DPR M Prakosa kepada detikcom, Minggu (11/3/2012).
BK memberi catatan, dengan pergantian kursi impor dari ruang baru Banggar DPR, sound system nirkabel, lampu, dan beberapa perangkat impor lainnya, anggaran ruang baru Banggar masih cukup mahal. Hitung-hitungan BK, dengan penghematan sekitar Rp 6 miliar maka ruang rapat mewah itu masih menelan anggaran Rp 14 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah perangkat impor nan mahal memang sejauh ini belum dipertimbangkan dicopot. Seperti keluhan Ketua DPR Marzuki Alie menyangkut mahalnya perangkat IT ruang rapat baru Banggar yang memakan anggaran Rp 7,9 miliar.
"Sebenarnya hematnya dari 20,3 miliar sudah Rp 6 miliar sudah penghematan. Tapi masih sekitar Rp 14 miliar masih terlalu tinggi juga. Jadi kita harapkan bisa dibawah Rp 10 miliar,"tandasnya.
(van/rif)










































