Peristiwa tabrakan itu terjadi sekitar pukul 01.00, Minggu (11/3/2012). Seorang pembalap yang tengah bersiap start yang berada di tengah badan jalan, di depan gerbang Perumahan Bahana Hijau Lestari (BHL) tiba-tiba ditabrak sebuah mobil Kijang warna merah dari belakang. Akibatnya motor terpental bersama pembalapnya. Meskipun motor bagian belakang hancur, tapi si pembalap hanya mengalami luka di bagian kakinya.
Melihat temannya ditabrak, puluhan anggota gang motor mendekati mobil. "Mereka minta sopir mengobati dan memberi ganti rugi. Tapi sopir menolak," kata seorang warga, sebut saja Has, Minggu (11/03/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama kemudian, puluhan anggota gang motor itu membubarkan diri. "Syukurlah. Untung dia tak mati. Malam ini sedikit tenang dari suara motor mereka. Tidur jadi nyenyak. Memang harus ada yang menjadi korban seperti tadi, baru mereka jera," ujar seorang warga.
Balapan liar yang disinyalir sebagai ajang judi tersebut, hampir berlangsung setiap malam. Balapan ini tentu saja membuat warga di sekitar Jalan Residen Abdul Rozak menjadi terganggu, terutama akibat suara bising dari knalpot sepeda motor. Warga sempat kesal, sebab seperti tidak ada upaya dari polisi untuk menertibkan mereka.
(tw/van)











































