Anak angkat Wakil Gubernur Banten Rano Karno, Raka Widyarma, ditangkap polisi karena kedapatan memesan narkoba jenis ekstasi pada 6 Maret lalu. Rano Karno pun stres berat, empat hari tak bisa tidur.
"Nanti malam kamu nonton TV ya nak, bapakmu akan menjadi besar karena ulah kamu. Saya yakin anak ini akan sembuh karena dia nanti yang menggantikan saya, hadapi ini dengan tawakal. Setelah ini izinkan saya tidak konferensi pers lagi, sudah empat hari saya tidak bisa tidur menghadapi masalah ini. Cukup saya dikejar biar Raka tenang dulu," kata Rano, dalam konferensi pers di kediamannya di Jl Karangsari VII, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (10/3/2012).
Rano mengungkapkan Raka baru saja pulang ke ayah kandungnya. Memang sejak kecil Raka kerap diejek teman-temannya karena bukan anak kandung Rano.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rano berharap Raka dapat segera sembuh, sehingga dapat segera berkumpul dengan keluarganya. Dia berharap Raka bisa berubah setelah kejadian ini.
"Saya hanya minta, jika saya meninggal, tolong diadzankan jika saya meninggal. Saya nggak punya anak, saya nggak mau nangis di media, malu Wakil Gubernur nangis," kata Rano lirih.
Anak angkat Wakil Gubernur Banten Rano Karno, Raka Widyarma, tertangkap polisi saat memesan ekstasi 5 butir ekstasi via online. Raka ditangkap bersama seorang perempuan bernama Karina Andetia. Keduanya yang ditangkap di sebuah rumah di Jl Perkici raya EB2 no.42 Bintaro Jaya, Sektor 5, Jakarta Selatan, pada 6 Maret lalu ini kini ditahan di Polres Bandara Soekarno-Hatta.
(van/van)










































