Pendapat ini disampaikan Direktur Adcokasi Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Gajah Mada (Pukat UGM), Oce Madril. Menurutnya logika bicara Anas kerap ngelantur karena depresi atas dua skandal korupsi."Itu menggambarkan kepanikan yang terjadi, menuju logika yang tidak sehat," ujarnya usai diskusi Polemik Sindo Radio di Cikini, Jakarta, Sabtu (9/3/2012).
Menurutnya Anas semestinya melakukan langkah hukum atas tuduhan Nazaruddin yang gencar diarahkan ke dirinya. "Siapa yang menyebarkan berita bohong laporkan kepada polisi agar ini diproses. Kalau Anas tidak berani juga melaporkan ke polisi, maka jangan salahkan kita juga menilai bahwa jangan-jangan (Anas) memang terlibat," jelas Oce.
Namun, upaya Anas membantah melalui pernyataan di situs mikroblogging twitter, lanjut Oce malah menciptakan kesan Anas tengah terpojok. "Jawaban-jawaban (Anas) sifatnya politik, jawaban yang tidak masuk akal sehingga perbuatan sekarang di media sosial itu kan onar. Kalau mau serius, larikan ini ke isu penegakkan hukum," imbuhnya.
Anas semestinya membantah tuduhan terlibat korupsi dengan bersedia memberi keterangan di KPK. "Dia harus bersiap diri ketika akan diperiksa oleh KPK, mempersiapkan bahwa dia tidak terlibat, apa data-datanya," sebut Oce.
(mpr/mpr)











































