Ogoh-ogoh unik ini dibuat dan ditempatkan di depan tempat hiburan malam Grahadi, Jalan Bay Pass Ngurah Rai, Kuta. Ogoh-ogoh yang dibuat dalam rangka perayaan Nyepi ini mulai dibuat sejak tanggal 12 Februari 2012 dan berakhir tanggal 9 Maret 2012.
"Ogoh-ogoh ini kita buat dari kaleng bekas yang kita kumpulkan sejak beberapa bulan lalu, tingginya 3,10 meter dan lebar 1,20 meter," kata staf HRD Grahadi Bali, Bima Riawan, kepada wartawan, Jumat (9/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ogoh-ogoh pada umumnya berwujud raksasa sebagai simbol keserakahan. Menjelang Nyepi, ogoh-ogoh diarak keliling desa kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar (pralina) untuk menghilangkan sifat-sifat yang tak baik.
Namun, kini ogoh-ogoh mulai berkembang. Bentuknya tak lagi hanya menyeramkan tetapi mengambil tokoh dan termasuk tema yang diusung juga mulai beragam. Namun intinya adalah melawan keburukan serta menghilangkan sikap keserakan. Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1934 ini akan dirayakan secara serentak pada 23 Maret 2012.
(gds/nvc)










































