Pilkada DKI, Cagub Independen Ancaman Bagi Cagub Lain?

Pilkada DKI, Cagub Independen Ancaman Bagi Cagub Lain?

Anes Saputra - detikNews
Jumat, 09 Mar 2012 19:15 WIB
Pilkada DKI, Cagub Independen Ancaman Bagi Cagub Lain?
Jakarta - Pada Senin (12/3) mendatang, KPUD DKI Jakarta akan mengumumkan hasil verifikasi terhadap pendukung para calon pasangan gubernur dan wakil gubernur independen. Namun, ada indikasi kejanggalan penerapan aturan dalam verifikasi para pendukung. Kenapa?

Salah satu pasangan cagub independen, Faisal-Biem, terancam gagal maju dalam memperebutkan kursi DKI 1 dan DKI 2. Sebab, KPUD menggugurkan pendukung yang KTP-nya memasuki masa kadaluarsa serta tidak hadir pada saat verifikasi.

Sejumlah tokoh menyebutkan ini sebagai bentuk ketakutan akan cagub independen. Cagub independen dinilai sebagai ancaman bagi calon lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada upaya bahwa ada kekuatan di bawah yang bukan partai diusahakan tidak masuk," kata mantan Mensesneg resim Gus Dur, Bondan Gunawan, Jumat (9/3/2012).

Hal itu disampaikan Bondan dalam diskusi publik bertajuk 'Selamatkan Hak Konstitusi Warga Jakarta untuk Calon Independen' di Ayam Goreng Suharti, Jalan Kapten Tendean No 13, Jakarta Selatan.

Hal senada juga dituturkan budayawan betawi, Ridwan Saidi, yang turut hadir sebagai pembicara. Menurutnya, verifikasi faktual yang dilakukan KPUD tidak adil jika diterapkan kepada calon independen saja. Calon dari partai pun seharusnya demikian.

"Hukum mestinya adil, dipanggil satu-satu juga kalau itu mau dilakukan. Ini suatu penyelundupan hukum oleh rezim sekarang untuk mempertahankan kekuasaan," tutur Ridwan.

Selain itu, pengamat hukum Firman Wijaya menilai tahapan verifikasi yang dilakukan KPUD telah merugikan calon independen. Jika itu benar, Firman menyebutkan hal itu tidak lagi sebagai persoalan administrasi, melainkan kejahatan pemilu.

"Kalau memang ini dilakukan secara sistematis, ini kejahatan pemilu," ungkap Firman.

"Kalau ada pandangan persoalan ini digiring ke administrasi, saya justru melihat tokoh indpenden sebagai ancaman bagi yang lain," tandas Firman.

(ans/mad)


Berita Terkait