Ratusan massa HTI tersebut lebih dulu berkumpul di depan pintu Stadion Sriwedari, selanjutnya mereka berjalan menyusuri Jalan Slamet Riyadi menuju Bundaran Gladag dengan menempuh jarak lebih dari 2 km. Di Bundaran Gladag, mereka berorasi bergantian dan memaparkan berbagai alasan penolakan pencabutan subsidi harga BBM.
Dalam aksi tersebut, HTI Solo menolak keras rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. Menurut mereka jika pemerintah benar-benar merealisasikan kenaikan BBM, maka hal itu adalah bukti nyata pemerintah tunduk pada tekanan asing. Pembatasan BBM bersubsidi, menurut HTI, merupakan satu bagian integral dari paket kebijakan liberalisasi migas yang didiktekan oleh IMF.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa HTI membubarkan diri dengan tertib pada pukul 15.10 WIB, setelah membaca pernyataan sikap yang berisi penolakan kenaikan BBM bersubsidi. Di penghujung aksi, massa diguyur hujan ringan. Belasan anak-anak di bawah umur yang ikut diajak turun ke jalan dalam gendongan atau gandengan ibunya ikut terkena guyuran hujan.
(mbr/trw)










































