Tolak Kenaikan Harga BBM, HTI Solo Tuding Pemerintah Didikte Asing

Tolak Kenaikan Harga BBM, HTI Solo Tuding Pemerintah Didikte Asing

Muchus Budi R. - detikNews
Jumat, 09 Mar 2012 15:24 WIB
Tolak Kenaikan Harga BBM, HTI Solo Tuding Pemerintah Didikte Asing
Jakarta - Penolakan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terus terjadi di berbagai daerah. Di Solo, tidak kurang dari 300 massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Solo menggelar aksi, Jum'at (9/3/2012) siang. Mereka menilai kebijakan menaikkan harga BBM merupakan bukti pemerintah memuluskan liberalisasi BBM.

Ratusan massa HTI tersebut lebih dulu berkumpul di depan pintu Stadion Sriwedari, selanjutnya mereka berjalan menyusuri Jalan Slamet Riyadi menuju Bundaran Gladag dengan menempuh jarak lebih dari 2 km. Di Bundaran Gladag, mereka berorasi bergantian dan memaparkan berbagai alasan penolakan pencabutan subsidi harga BBM.

Dalam aksi tersebut, HTI Solo menolak keras rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. Menurut mereka jika pemerintah benar-benar merealisasikan kenaikan BBM, maka hal itu adalah bukti nyata pemerintah tunduk pada tekanan asing. Pembatasan BBM bersubsidi, menurut HTI, merupakan satu bagian integral dari paket kebijakan liberalisasi migas yang didiktekan oleh IMF.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu massa HTI menyerukan agar Pemerintah membatalkan rencana kenaikan BBM bersubsidi. Mereka juga menolak tegas liberalisasi migas dan menyerukan segera dilakukan nasionalisasi perusahaan migas asing yang ada di Indonesia.

Massa HTI membubarkan diri dengan tertib pada pukul 15.10 WIB, setelah membaca pernyataan sikap yang berisi penolakan kenaikan BBM bersubsidi. Di penghujung aksi, massa diguyur hujan ringan. Belasan anak-anak di bawah umur yang ikut diajak turun ke jalan dalam gendongan atau gandengan ibunya ikut terkena guyuran hujan.

(mbr/trw)


Berita Terkait