Dugaan penipuan yang dilakukan Rudy Kurniawan (35) bukan kali ini saja. Tahun 2006 dan tahun 2007 lalu, kasus wine palsu yang dilakukan Rudy pernah menggegerkan pecinta wine di dunia.
"Fenomena wine palsu ini sudah ada sejak tahun 2007. Rudy tersangkut kasus yang sama tahun 2006-2007. Ini dulu gempar di dunia," ujar sumber detikcom yang kenal dengan Rudy, Jumat (9/3/2012).
Menurut dia, Rudy memang dikenal sebagai kolektor wine-wine langka. Anak muda ini mengoleksi wine dengan harga yang cukup gila-gilaan. Setelah mengoleksi, ia mulai menjual wine-wine miliknya di rumah lelang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski dituntut karena dinilai melelang wine palsu, Rudy tetap membela diri. Menurut sumber tersebut, Rudy mengaku wine yang dinilai palsu itu ia beli juga dari rumah lelang.
"Dia menyalahkan rumah lelangnya. Karena dia beli juga dari rumah lelang," ceritanya.
The New York Times melaporkan, Rudy ditangkap oleh agen-agen dari skuad elite FBI yang berbasis di New York, yang fokus pada kejahatan-kejahatan yang melibatkan seni, barang-barang antik dan koleksi-koleksi lainnya.
Rudy ditahan pada Kamis (8/3/2012) waktu Amerika Serikat. Dia ditahan atas tuduhan mencoba menjual anggur palsu, yang jika asli, akan bernilai sekitar US$ 1,3 juta.
Rudy yang tinggal di Arcadia, California, juga dituduh melakukan kecurangan dalam mendapatkan pinjaman jutaan dolar untuk membiayai apa yang disebut jaksa sebagai "gaya hidup tingkat tingginya".
Dalam hearing di Pengadilan Distrik AS di Los Angeles pada Kamis, 8 Maret waktu setempat, jaksa mengatakan bahwa dari penggeledahan di rumah Rudy didapatkan benda-benda yang digunakan untuk memalsukan botol-botol anggur.
Rudy pernah menjual anggur-anggur yang total harganya mencapai US$ 35 juta pada tahun 2006. Penangkapan Rudy terjadi setelah adanya tuduhan penipuan yang diajukan ke pengadilan federal di New York. Para jaksa di kantor kejaksaan di Manhattan rencananya akan mengirimkan Rudy ke New York dalam beberapa hari mendatang.
(gus/nrl)











































