Rajin Gerebek Judi, Mabes Polri Bantah Cari Dana Kampanye
Rabu, 04 Agu 2004 16:14 WIB
Jakarta -
Mabes Polri kini keranjingan menggerebek sejumlah lokasi judi di Jakarta. Bukannya itu "jatah" Polda Metro Jaya? Atau gigih cari dana kampanye?Menurut catatan, Mabes Polri menggerebek 2 lokasi judi pada Kamis malam 29 Juli di Pluit dan Mangga Besar. Hasilnya lumayan, uang judi sebesar Rp 20 juta dari Pluit dan Rp 12 juta dari Mangga Besar disita polisi.Nah, aksi terbaru Mabes Polri terjadi pada Rabu dinihari 4 Agustus 2004 sekitar pukul 01.00 WIB. Lokasi judi bernama Kaisar di kawasan Mangga Besar Jakarta Pusat yang jadi korbannya. Berapa uang judi yang disita? Belum jelas, karena belum dihitung.Benarkah uang judi sitaan itu, plus uang tebusan tahanan akan dipakai Mabes Polri sebagai dana kampanye Pilpres putaran dua?"Ya tidak lah. Polisi tidak akan sejauh itu. Apa yang kita lakukan semata-mata penegakan hukum," kata Wakil Direktur I Keamanan Transnasional Bareskrim Mabes Polri Kombes Pol Hendi kepada detikcom di kantornya jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Rabu (4/8/2004).Dituturkan Hendi, dalam penggerebekan di Kaisar, polisi menciduk sekitar 314 orang yang berada di lokasi judi dan dibawa ke ruang tahanan Mabes Polri. Termasuk diantaranya karyawan, pengunjung, dan pemilik lokasi judi bernama Rudi."Kini sedang dilakukan pemeriksaan dan penyeleksian kepada masing-masing mereka yang tertangkap tangan. Disita sejumlah uang sebagai barang bukti. Namun belum bisa dipastikan jumlahnya. Karena diperkirakan tidak semua merupakan uang taruhan. Demikian juga koin-koin judi, sejumlah mesin judi seperti mickey mouse dan kasino," tuturnya.Menurut Hendi, selain Kaisar, pada Kamis malam lalu Mabes Polri menggerebek 2 lokasi judi. Pertama di kawasan Pluit di sebuah rumah terselubung. Ditangkap sekitar 27 orang dengan barang bukti sekitar Rp 20 juta. Kemudian lokasi judi 99 di Mangga Besar. Ditangkap 38 orang dengan barang bukti sekitar Rp 12 juta."Dari 2 lokasi judi itu, sekitar 17 orang ditetapkan sebagai tersangka pelaku judi yang melanggar pasal 303 KUHP," kata Hendi.Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Suyitno Landung membenarkan adanya penggerebekan 3 lokasi tersebut."Baik yang menyediakan tempat, maupun yang datang, dan bandarnya, juga termasuk orang-orang yang ikut serta, kita sedang periksa. Kita juga memberikan pengarahan ke daerah-daerah atas segala bentuk perjudian, baik yang menggunakan mesin, meja berupa kasino, buntut dan togel itu dilarang. Apa yang sedang kita lakukan ini merupakan proses penegakan hukum," paparnya.Cincai LahHingga pukul 16.00 WIB, banyak orang berseliweran di Mabes Polri yang mengunjungi rekan atau kerabatnya di tahanan yang ditangkap di Kaisar. Mereka tampak bolak-balik berupaya menemui aparat yang terkait upaya pembebasan. Namun mereka semua bersikap tertutup.Akhirnya detikcom melongok ke ruang tahanan. Suasana sesak pun menyelimuti sel Mabes Polri yang tumpah ruah dengan ratusan tahanan dari Kaisar. Hampir seperti tempat pengungsian.Para tahanan yang berpakaian mentereng namun tampak lusuh karena belum mandi itu terlihat tidur-tiduran di lapangan bulutangkis yang ada di dalam sel. Mereka bahkan menggelar koran sebagai alas tidur.Tak berapa lama, seorang tahanan dari Kaisar bergegas keluar dari sel. Rupanya dia baru saja dibebaskan polisi. Ketika didekati detikcom, pria berusia paruh baya itu mempercepat langkahnya saat mengetahui ada wartawan."Memang sekitar jam satu dinihari tadi digerebek. Ada ratusan yang digerebek. Pemainnya aja bisa 300-an orang, belum lagi karyawannya yang ada 100-an orang," tukasnya."Saya baru main di situ sehabis makan. Belum lama udah digerebek. Saya sih emang sering main di situ, ngelepas stres. Tapi di Kaisar itu baru sekali ini digerebek. Alat judinya kebanyakan mickey mouse," tuturnya.Kenapa masih banyak tahanan yang belum dilepas? "Kayaknya sih udah cincai lah. Nanti juga dilepas semua. Tapi sedikit-sedikit lah dilepasnya, satu-satu, nggak bisa banyak-banyak," ujarnya ceplos.Sudah ngurusin pembebasannya? "Ah, cincai lah," tukasnya sambil mengerjapkan matanya dan tersenyum misterius. Memangnya bayar berapa? "Pokoknya cincai...cincai. Udah ya...udah, mau buru-buru mandi nih, gerah," tukasnya sambil bergegas pergi.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































