"Ini komplikasi berbagai faktor. Mulai dari fraksi yang tidak mampu memanage load kerja anggotanya hingga kapasitas Setjen DPR dalam manajemen rapat," jelas peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK), Ronald Rofiandri, saat berbincang dengan detikcom, Jumat (9/3/2012).
Rapat antara Komisi III DPR dan PPATK itu digelar pada Kamis (8/3) malam. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) juga ikut dalam rapat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketidakhadiran anggota Komisi III itu pun dinilai karena faktor kedisiplinan anggota DPR dan komitmen mereka dalam bekerja. Umumnya anggota DPR lebih berkomitmen pada acara partai.
"Yang terjadi ketidakmauan fraksi beranjak dari penyebab kedisiplinan dan kinerja yang rendah. Diperparah pula oleh Setjen DPR yang bekerja tanpa terobosan," jelas Ronald.
Rapat yang hanya dihadiri 4 orang anggota DPR itu dibuka Ketua Komisi III Benny K Harman. Politisi PD itu pun sempat protes dengan ketidakhadiran rekan-rekannya.
Dalam rapat itu yang hadir yakni Dasrul Jabbar dari FPD, Paskalis Kossay dari FPG, dan Otong Abdurrahman dari FPKB. Sisanya ruangan kosong melompong.
(ndr/)











































