"Herly sudah dijadwalkan kalau nggak salah Senin. Maaf, aduh saya lupa. Secepatnya ya
itu. Kita akan secepatnya kejar. Kalau memang dia bandel atau apa, kita akan tarik
tangkap dia," ujar Direktur Penyidikan Kejagung, Arnold Angkouw, di Gedung Kejagung, Kamis (8/3/2012) malam.
Menurutnya, surat panggilan pada Herly telah dilayangkan ke alamat yang bersangkutan. Namun Herly tidak juga datang memenuhi panggilan. Arnold menegaskan siapa pun yang memiliki keterkaitan fakta dengan Dhana akan diperiksa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
menyetujui, kan berarti terlibat juga. Ya seperti Gayus dululah," lanjut Arnold.
Pada Jumat (9/3) ini pemeriksaan terkait kasus Dhana masih akan dilakukan. Akan ada pemanggilan pada saksi dari suatu perusahaan dan bank.
"Ini yang bank yang bikin lama, karena banknya banyak dan transaksi banyak. Dan satu-satu harus kita itu, jadi satu-satu kita telusuri. Besok satu perusahaan akan diperiksa," imbuh Arnold.
Big fish? "Itu belum, ini pokoknya kita masih konsentrasi di DW nanti. Kita lihat dan kita evaluasi," ucap Arnold.
Dalam data elektronik Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK, Herly tercatat sebagai Kepala Seksi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Nanggroe Aceh Darussalam. Dalam formulir catatan LHKPN tertulis pula Herly memiliki wajib lapor pada 20 April 2011.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo sebelumnya mengungkapkan pihaknya akan melakukan pemeriksaan internal terkait kasus yang melilit Dhana. Pemeriksaan internal itu juga akan memeriksa atasan dan teman kerja Dhana saat menjadi PNS di Ditjen Pajak.
Sebelumnya, majalah detik memberitakan Herly Isdiharsono saat ini memang dimutasikan ke Kantor Pajak Wilayah Aceh. Herly mulai menghilang setelah kasus Dhana mencuat. Pasalnya Kejagung memang membidik beberapa teman Dhana.
Herly merupakan kolega bisnis Dhana di usaha showroom mobil berbendera PT Mitra Modern Mobilindo yang mengelola showroom 88 Mobilindo. Showroom yang bergerak di bidang jual beli truk bekas itu berada di bilangan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.
Majalah Detik pada hari Kamis (1/3/2012) telah mendatangi rumah Herly di Kompleks Taman Berdikari Sentosa Blok E no 1, Pulogadung, Jakarta Timur. Namun, rumahnya terkunci. Menurut tetangga, Herly sudah tak kelihatan di rumahnya sejak dua minggu lalu.
(/)










































