Ikut Pilgub DKI, Alex Noerdin Jangan Abaikan Rakyat Sumsel

Ikut Pilgub DKI, Alex Noerdin Jangan Abaikan Rakyat Sumsel

Taufik Wijaya - detikNews
Kamis, 08 Mar 2012 23:19 WIB
Ikut Pilgub DKI, Alex Noerdin Jangan Abaikan Rakyat Sumsel
Palembang - Alex Noerdin memutuskan ikut berkontestasi di pemilukada DKI. Langkah Alex menjadi perbincangan karena posisinya yang merupakan Gubernur Sumatera Selatan. Alex dinilai harus tetap bertanggung jawab pada rakyat Sumsel.

"Pertama saya menilai majunya Alex Noerdin sebagai bakal calon Gubernur DKI Jakarta untuk ukuran politik merupakan pencapaian luar biasa karena DKI Jakarta merupakan simbol Indonesia. Tetapi politik lokal Sumatera Selatan juga harus dapat dipertanggungjawabkan," kata pengamat politik dari Universitas Sriwijaya, Dr Febrian DS, kepada detik.com melalui pesan singkatnya, Kamis (08/03/2012) malam.

Tanggung jawab yang dimaksud Febrian adalah karena Alex sebelumnya telah berjanji pada rakyat Sumsel untuk mengabdi paling tidak 5 tahun atau dalam satu periode. "Maka secara politis Alex Noerdin harus menyiapkan Eddy Yusuf (Wagub Sumsel) sebagai pengganti yang siap melanjutkan program pembangunan di Sumatera Selatan," imbuh Febrian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjutnya secara moral, kata Febrian, ada dua segi yang harus diperhatikan. Pertama, bagi seorang Alex Noerdin pencapaian adalah keberhasilan, sehingga sisi moral menambah kepercayaan untuk maju ke medan tempur. Artinya moral sebagai penyemangat tersendiri. Yang kedua, masyarakat Sumsel dapat mencercanya sebagai amoral karena tidak menyelesaikan janji politiknya, atau sebaliknya malah mendukung Alex Noerdin mencapai prestasi tersebut.

Di sisi lain, guna mencapai kemenangan dalam Pemilukada DKI Jakarta, Alex Noerdin tidak hanya selesai dengan membuat koalisi Partai Golkar, PPP, dan PDS dan program bagus yang ditawarkan. Alex juga harus mampu menarik simpati pemilih pemula yang diperkirakan mencapai satu juta suara.

"Pada umumnya pemilih DKI Jakarta adalah pemilih cerdas. Perlu empati untuk mendapatkan suara mereka. Dan ini poin penting yang tidak dimiliki oleh Fauzi Bowo. Sisi ini harus dipikir ulang untuk mencapainya," tutup Febrian.

(tw/)


Berita Terkait