"Saya tidak tahu kalau kantor itu dirampok, saya baru tahu kalau kantor itu dirampok waktu polisi datang," kata Saman, seorang pekerja di bengkel motor yang terletak di samping kantor Pengadaian itu, Kamis (8/3/2012).
Saman bersama beberapa orang polisi kemudian masuk untuk mengecek kantor itu. Tapi pintu kantor itu dikunci dari luar. "Saya mengambil alat untuk membuka kantor itu," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saman mengatakan, perampok tidak mengacak-anak kantor itu. Kondisi kantor saat dibuka oleh petugas masih terlihat rapi. "Semuanya masih rapi," katanya.
Salah satu rekan Saman mengaku melihat dua motor saat perampokan berlangsung. Namun dirinya tidak bisa memastikan motor tersebut adalah milik pelaku. "Memang ada dua motor tapi saya tidak bisa memastikan itu punya pelaku perampokan," katanya.
Sementara itu, Sutisna (50), satpam kantor Pengadaian itu, mengatakan dirinya diserang oleh dua perampok. Salah seorang pelaku sempat menendang Sutisna sehingga terjatuh.
"Kami kemudian dikumpulkan di ruang tengah dan diikat dengan tali. Sumua uang dan perhiasan diambil dari brankas," katanya.
Polisi tidak memasang garis polisi di kantor gadai itu. Kantor hanya dikunci dari luar dan saat ini kondisinya sudah sepi.
Sebelumnya, Kapolsek Jagakarsa Kompol Sunarto menyebutkan, insiden itu terjadi pukul 11.30 WIB. "Kerugian uang Rp 20 juta dan emas yang belum bisa ditaksir berapa," jelasnya kepada detikcom.
(nal/nrl)











































