"Sebetulnya kampung Ambon itu biasa disebut kampung Permata. Jadi itu sudah kerjasama BNN bahkan dengan Universitas Indonesia juga yah," kata Budi Prasetyo, Deputi Bidang Pencegahan Narkoba BNN.
Hal tersebut dia sampaikan usai jumpa pers bersama petinggi PT Merpati Nusantara di Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (8/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi pendekatan secara sosiologis, lingkungan dan juga dari yang rehabilitasi sudah berkerja sama dengan puskemas setempat, intinya dari semua aspek," jelasnya.
Budi mengakui tidak mudah untuk membasmi barang haram itu di Kampung Ambon. Alasannya, ada pengguna dan pengedar yang mengakar sehingga pihaknya harus melakukan strategi lain untuk mengatasinya.
"Lebih mudah dibanding orang mencegah dalam pendekatannya di lakukan secara komprehensif," terangnya.
Dalam kesempatan itu, Budi juga mengingatkan profesi-profesi yang rentan terhadap penggunaan narkoba. Tidak hanya pilot, namun kalangan artis pun juga bisa terjangkit bila tidak dicegah sedari dini.
"Makanya itu kita sebut hal-hal yang bersifat indivdu, bersifat keluarga faktor disposisi itu orang menyalahgunakan narkoba itu atau faktor lingkungan, jadi semua aspek itu bisa jadi pemicu juga," jelasnya.
(mad/mad)











































