"Ya kita merasa kecolongan. Padahal kita adakan razia tiap dua minggu sekali. Kemungkinan HP bisa masuk itu ada dua, bisa dibawa oleh pengunjung atau dari petugas Lapas sendiri," kata Kunto, Kamis (8/3/2012).
BNN dan Wamenkum HAM mendapati seorang napi asal Iran, Muhammad Jafad, memiliki ponsel saat menggelar inspeksi mendadak, Kamis (8/3) dini hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diduga sebelumnya tersangka yang ditangkap itu melakukan komunikasi dengan Jafad," jelas Kunto.
Kunto menambahkan, saat ini pihaknya tengah menyelidiki bagaimana Jafad bisa mendapatkan HP. Petugas jaga dan tiga WN Iran, teman sekamar Jafad diperiksa.
Kunto juga mengaku penyebab kecolongan karena minimnya petugas jaga Lapas untuk memantau ribuan napi. "Jumlah penghuni (napi) ada 3.096 orang, tahanan 1.029 orang. Sementara penjaga hanya 84 orang. Jumlah ini tidak ideal untuk memantau seluruh napi di Lapas," katanya
Muhammad Jafad alias Jafad Chaichi ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta karena menyelundupkan sabu pada 18 Juli 2009. Jafad masuk Lapas pada tanggal 6 November 2009. Ia dihukum penjara selama 5 tahun 6 bulan.
(trw/nrl)










































