Napi Jadi Bandar Narkoba, Kalapas Pemuda Tangerang Akui Kecolongan

Napi Jadi Bandar Narkoba, Kalapas Pemuda Tangerang Akui Kecolongan

Dira Derby - detikNews
Kamis, 08 Mar 2012 15:55 WIB
Napi Jadi Bandar Narkoba, Kalapas Pemuda Tangerang Akui Kecolongan
Tangerang - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Pemuda Tangerang Kunto Wirianto mengaku kecolongan karena petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Wamenkum HAM Denny Indrayana menemukan napi yang diduga kuat menjadi bandar narkoba. Padahal razia sudah sering kali digelar.

"Ya kita merasa kecolongan. Padahal kita adakan razia tiap dua minggu sekali. Kemungkinan HP bisa masuk itu ada dua, bisa dibawa oleh pengunjung atau dari petugas Lapas sendiri," kata Kunto, Kamis (8/3/2012).

BNN dan Wamenkum HAM mendapati seorang napi asal Iran, Muhammad Jafad, memiliki ponsel saat menggelar inspeksi mendadak, Kamis (8/3) dini hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di kamar 10 blok F, tempat WN asal Iran itu, petugas menemukan dua buah HP, charger dan berkas-berkas. Penangkapan Jafad merupakan pengembangan dari penangkapan salah satu WN Iran di Kawasan Senayan, Jakarta yang membawa 3 kg sabu.

"Diduga sebelumnya tersangka yang ditangkap itu melakukan komunikasi dengan Jafad," jelas Kunto.

Kunto menambahkan, saat ini pihaknya tengah menyelidiki bagaimana Jafad bisa mendapatkan HP. Petugas jaga dan tiga WN Iran, teman sekamar Jafad diperiksa.

Kunto juga mengaku penyebab kecolongan karena minimnya petugas jaga Lapas untuk memantau ribuan napi. "Jumlah penghuni (napi) ada 3.096 orang, tahanan 1.029 orang. Sementara penjaga hanya 84 orang. Jumlah ini tidak ideal untuk memantau seluruh napi di Lapas," katanya

Muhammad Jafad alias Jafad Chaichi ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta karena menyelundupkan sabu pada 18 Juli 2009. Jafad masuk Lapas pada tanggal 6 November 2009. Ia dihukum penjara selama 5 tahun 6 bulan.

(trw/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini