Ancaman Teror dari Info Lama, Gedung Putih Bela Diri

Ancaman Teror dari Info Lama, Gedung Putih Bela Diri

- detikNews
Rabu, 04 Agu 2004 13:25 WIB
Jakarta - Para pejabat Gedung Putih membela keputusan untuk meningkatkan level kewaspadaan di pusat-pusat keuangan AS sehubungan dengan adanya ancaman serangan teroris al Qaeda. Meskipun informasi yang mendorong keputusan itu, dikabarkan berasal dari informasi yang sangat lama, yakni sebelum peristiwa 11 September 2001."Menurut saya, adalah salah dan benar-benar tidak bertanggung jawab untuk mengatakan bahwa itu didasarkan pada informasi usang," tukas juru bicara Gedung Putih Scott McClellan kepada wartawan di Washington, seperti dilansir Associated Press, Rabu (4/8/2004).Penasihat keamanan dalam negeri Presiden George W Bush, Frances Townsend, mengatakan bahwa jaringan al Qaeda mungkin memang telah melakukan pengawasan ke target-target keuangan pada tahun 2000 dan 2001. Namun mereka mungkin saja telah memperbarui informasi mereka pada Januari 2004."Dan kita tahu dari cara al Qaeda melakukan kegiatannya, termasuk serangan 9/11, mereka lebih dulu mengerjakan pekerjaan rumah mereka dengan baik dan kemudian mereka memperbaruinya tepat sebelum mereka melancarkan serangan," tukas Townsend kepada CNN.Sejumlah tokoh oposisi Demokrat menuding bahwa pemerintahan Bush menggunakan informasi lama tersebut untuk meraih keuntungan politis sebanyak mungkin menjelang pemilihan presiden 2 November mendatang. Namun hal ini dibantah Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Tom Ridge. "Kami tidak melakukan politik dalam Departemen Keamanan Dalam Negeri," tegas kepala Departemen Keamanan Dalam Negeri itu.Namun Ridge secara eksplisit memuji Bush saat mengumumkan peningkatan level kewaspadaan ancaman terorisme, Minggu (1/8/2004) waktu setempat. "Kita harus memahami bahwa jenis informasi yang ada bagi kita saat ini merupakan hasil kepemimpinan presiden dalam perang melawan teror," kata Ridge.Ridge mengeluarkan perintah kewaspadaan keamanan dalam negeri, Minggu lalu. Ia mengingatkan bahwa al Qaeda mungkin menargetkan untuk menyerang gedung Bursa Efek New York dan Citigroup di kota New York City, kantor pusat Prudential Finance di Newark, New Jersey, serta kantor pusat Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads