Kendali Narkoba di Balik Bui, Adu Lihai Napi dan Aparat

Kendali Narkoba di Balik Bui, Adu Lihai Napi dan Aparat

- detikNews
Kamis, 08 Mar 2012 09:15 WIB
Kendali Narkoba di Balik Bui, Adu Lihai Napi dan Aparat
Jakarta - Berkali-kali Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap peredaran narkotika di balik penjara. Beberapa kali pengungkapan diketahui dari komunikasi pengendali dengan kaki tangan yang ada di luar penjara.

"Seperti adu lihai antara mereka tersangka yang ada di dalam lapas-rutan dengan petugas," kata Direktur Pengejaran dan Penindakan BNN, Brigjen Pol Benny Joshua Mamoto.

Pernyataan itu disampaikan Benny saat memimpin penangkapan seorang napi berkewarganegaraan Iran yang terindikasi kuat mengendalikan narkoba, di Lapas Kelas IIA Pemuda Tangerang, Kamis (8/3/2012) dini hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan hanya kecanggihan teknologi yang dimanfaatkan BNN dalam mengungkap jaringan narkotika yang mengendalikan dari penjara dengan dibantu alat komunikasi. BNN merangkul kerjasama antara instansi terkait dan mendesak untuk terus dilakukan penertiban kepada warga binaan yang dikhawatirkan dapat menjangkau dunia luar dengan telepon, sehingga menjadi celah pengendalian narkotika.

"Penertiban harus terus dilakukan," tutur Benny.

Di tempat sama, Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana mengatakan, tidak mudah untuk menangkal alat komunikasi yang dilakukan para warga binaan.

"Pasang jamer warga sekitar terganggu, diambil HP-nya mereka (napi dan tahanan) marah," kata Denny.

Belum lagi permasalahan personel penjara yang jauh dari jumlah ideal. Saat ini terdapat 2. 093 penghuni Lapas Pemuda yang terdiri dari napi sebanyak 1.041 dan tahanan 1.052.

"Satu petugas harus menjaga 100 orang," kata Denny.

Denny menambahkan, pihaknya tidak akan segan memberikan sanksi pencopotan tugas kepada para petugas yang terbukti membantu peredaran narkotika para warga binaan.

"Sanksinya sederhana saja, siapapun yang melakukan akan ditindak tegas. Kalau tidak ada pelanggaran ya tidak ada sanksi," jelasnya.

Meski tidak menjawab jelas saat disinggung langkah kongkret memutus akses komunikasi para penghuni penjara dengan dunia luar, dia menyatakan penertiban dan antisipasi telepon seluler masuk ke penjara terus dilakukan.

"HP itu masalah di ujung, yang pasti semua langkah kita lakukan untuk menutup komunikasi mereka," tegas Denny.

(ahy/mpr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads