Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerjasama dengan Kementerian Hukum dan HAM melakukan penangkapan di Lapas Pemuda Tangerang terhadap seorang WN Iran yang diduga menjadi otak peredaran narkotika jenis Sabu. Lapas dan Rutan dinilai sudah menjadi sarang narkoba.
"Kita sadar betul Lapas atau Rutan kita telah menjadi salah satu sarang Narkoba. Kita melakukan ini disaat yang lain tertidur," ujar Wamenkum HAM Denny Indrayana di Lapas Tangerang (8/3/2012).
Menurut Denny sejak Desember 2011, Kementrian Hukum dan HAM telah bekerjasama dengan BNN untuk memberantas Narkoba di Lapas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu bagaimana dengan adanya telepon genggam yang dipegang oleh tersangka untuk mengendalikan bisnis Sabu?
"Sanksi kepada siapa saja yang melakukan kesalahan ada. Bisa Kakanwil dicopot, Kalapas Dicopot. Tetapi saat ini saya tidak akan menjatuhkannya sekarang, karena perlu dianalisa kesalahannya. Besok Dirjen akan turun. Kalau alat komunikasi memang kan tidak mudah (mencegah masuknya). Saya pikir kita bicara antisipasi dulu. Coba di sini ternyata yang jaga malam ini 21 petugas. Sedangkan jumlah yang dijaga 2.096 orang. Jadi masalah hape masuk itu diujung, sulit kalau seperti ini. Yang pasti kita tidak diam," kata Denny.
Β
Sebelumnya WN Iran bernama Jafad ditangkap oleh puluhan petugas BNN berseragam lengkap dengan senjata laras panjang. Penangkapan Jafad adalah hasil pengembangan tertangkapnya Hamed Mohammad yang kedapatan Sabu seberat 3 Kg di kawasan Senayan, Jakarta.
(ega/ega)










































