"Saya juga kaget ceritanya bagaimana, asal muasalnya seperti apa, tidak ada kejadian istimewa, tiba-tiba ada musibah ini," jelas Dian saat ditemui di Jakarta, Rabu (7/3/2012).
Dian menjelaskan suaminya sudah memulai bisnis sejak masih berkuliah di STAN. Dian dan Dhana berpacaran sejak di STAN hingga kemudian akhirnya menikah. Saat masa kuliah itu, Dhana berbisnis jual beli mobil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dian selama ini pun tidak tahu detail soal bisnis suaminya. Namun dia yakin, transaksi yang dilakukan tidak sampai angka Rp 60 miliar. Dian menjelaskan selama ini dia dan suaminya lurus-lurus saja dalam bertugas di Ditjen Pajak. Suaminya pada awal Januari ini bertugas di Dispenda DKI.
"Makalah short course saya itu soal reformasi birokrasi. Saya mendukung reformasi birokrasi, saya ingin DJP bersih," jelasnya.
Dian memang kerap mengikuti kursus singkat soal pajak hingga ke Singapura. Karena itu dia menerangkan soal kepergian suaminya ke Singapura memang khusus menemui dia yang tengah kursus di negeri Singa itu.
Dian melanjutkan untuk mendapatkan kesempatan short course itu, setiap pegawai Ditjen Pajak selalu membuat makalah. Nah, Dian selalu membuat makalah soal reformasi birokrasi.
"Saya tidak mungkin mengkhianati integritas," jelas Dian yang mengenakan jilbab sejak tahun 2000 ini.
Kini suaminya meringkuk di tahanan Kejagung. Dhana diduga melakukan korupsi. Dian mengaku pasrah dengan kasus hukum yang dihadapi. "Ini cobaan dari Allah," jelas ibu bayi berusia 17 bulan yang kini terpaksa mengungsi ke sebuah tempat.
Dia berharap kasus ini segera tuntas. Sedang terkait rekan bisnis show room mobil suaminya dengan atasannya, Herly Isdiharsono, dia mengaku tidak tahu menahu. Dia kenal Herly sebatas kenal saja.
"Sekarang ke mana-mana saya naik ojek, semua kendaraan disita. Tapi semua teman memberi dukungan," jelas Dian.
(ndr/vit)










































