Annas yang dihubungi detikcom, Rabu (8/3/2012), mengatakan putrinya bersama tujuh jamaah perempuan lainnya dimasukkan ke sel imigrasi di Jeddah sejak hari Senin, tanpa mendapat perlakuan yang layak.
"Putri saya muntah-muntah di sana karena tidak diberi makan, ibunya di Makassar stress berat saat dengar kabar putrinya yang ditahan di Tanah Suci," ujar pejabat yang akrab disapa Karaeng ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Annas menyesalkan kelalaian pihak perusahaan travel umrah yang lupa memberangkatkan anggota muhrim para jamaahnya. Selain itu, Annas juga mempertanyakan tugas-tugas pejabat KBRI yang bersikap apatis dengan penahanan 8 WNI di wilayah tugasnya.
"Saya berharap, pihak Kementerian Agama menegur atau menertibkan perusahaan travel haji dan umrah yang hanya mementingkan urusan keuntungannya saja, saya mau anak saya segera dibebaskan dari tahanan imigrasi di tanah Arab," pungkas Annas.
(mna/ega)










































