Peristiwa perampokan ini pada Rabu (7/3/2012), pukul 04.00 WIB dini hari. Delapan orang perampok berhasil menguras harta benda korban. Dari rumah Syarif Ahmad, perampok berhasil menggondol uang tunai sebesar Rp 3 juta, perhiasan emas seberat 15 gram, satu laptop, dan lima ponsel.
Sedangkan dari kontrakan Roby, para perampok berhasil menyikat satu unit motor Tiger baru berwarna hitam. Para perampok berhasil masuk ke dalam rumah dengan cara mencongkel jendela dan mengambil harta benda korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Empat orang beraksi di rumah Syarif Ahmad yang diketahui sebagai dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran. Sementara empat perampok lainnya melakukan aksi di rumah kontrakan Roby.
Ciri-ciri perampok bertubuh tinggi, berbadan tegap, logat Sumatera, dan menggunakan mobil pick-up.
Seorang saksi mata, Atin Suprihatin (30) mengaku melihat aksi perampokan tersebut. Apalagi saat itu dia hendak buang air kecil ke kamar mandi yang berada di luar rumah.
“Pas saya buka pintu, salah satu perampoknya menodongkan pistol ke dahi. Rampoknya bilang jangan ikut campur kalau mau selamat. Karena ketakutan saya sampai kencing di celana,” ucap tetangga Roby ini.
Karena ketakutan, Atin pun kembali masuk ke dalam rumah. Dari kaca rumah dia melihat empat perampok itu mengeluarkan sepeda motor Tiger milik Roby. Kemudian mereka berkumpul dengan empat orang lainnya dan langsung melarikan diri. Pistol yang digunakan perampok tersebut berjenis FN berwarna hitam.
“Kalau dari logatnya sih seperti orang Medan. Potongan badannya mirip tentara atau polisi. Pagi-pagi baru saya kasih tahu Pak Roby dan Pak Syarif kalau ada delapan orang yang merampok rumah mereka,” ujarnya.
Sementara itu, istri Syarif Ahmad, Dwi Handayani (41) menuturkan, baru mengetahui peristiwa tersebut saat sang suami hendak salat subuh. Lemari di ruang tengah porak-poranda diacak-acak kawanan perampok. Jendela kiri depan rumah dicongkel dengan benda keras. Bahkan, perampok itu sempat naik ke lantai dua menuju kamar tidur putrinya, Lala, siswi kelas 2 sebuah SMP Negeri di Jakarta Selatan.
“Suami langsung teriak keras, dan saya lihat memang sudah berantakan. Hanya ada jejak sepatu di ruang tamu dan kamar atas. Malingnya berhasil mengambil harta benda yang saya simpan di lemari ruang tamu,” tuturnya.
Menurut cerita Lala kepada Dwi, dirinya secara samar-samar melihat dua orang yang masuk ke kamar. Namun karena rasa kantuk yang berat, Lala tak sampai terbangun.
"Alhamdulillah, tidak terjadi apa-apa pada anak saya," tutur Dwi.
Usai mengetahui hal tersebut, Syarif Ahmad dan Roby pun melaporkannya ke Polsek Limo. Empat personel Reskrim berpakaian preman datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Yang dimintai keterangan hanya suami saya, Pak Roby dan ibu Atin,” ungkapnya.
Kapolsek Limo, Kompol Sukardi mengatakan kasus perampokan yang terjadi di Jalan Cilobak, Kelurahan Pangkalan Jati Lama kini sedang dalam penyelidikan pihaknya. Bahkan, pihaknya telah menyiapkan tim khusus untuk memburu para pelaku.
“Dari hasil olah TKP kami hanya menyita patahan besi yang digunakan perampok untuk mencongkel jendela dan gembok. Kasus ini pun sedang kami selidiki,” pungkasnya.
(rmd/ega)











































