Raja Yordania Frustrasi dengan Pemerintah Palestina
Rabu, 04 Agu 2004 11:16 WIB
Jakarta -
Raja Yordania Abdullah II, untuk pertama kalinya, secara terbuka menyatakan frustrasi dengan pemerintah Palestina. Dikatakan bahwa Otoritas Palestina perlu memperbaiki kesalahan-kesalahan masa lalu dan melaksanakan reformasi secara meluas.Demikian disampaikan Raja Abdullah dalam wawancara dengan stasiun televisi Al-Arabiya. Ditegaskannya, kepemimpinan Palestina perlu mengambil keputusan-keputusan yang akan membuktikan "visi jelasnya" sebagai mitra dalam dialog damai.Perpecahan Palestina dan kurangnya reformasi telah membuat dunia menggunakan alasan tersebut sebagai justifikasi dan dalih untuk menyalahkan pihak Palestina atas macetnya proses damai dengan Israel. Demikian dicetuskan Raja Abdullah seperti dilansir kantor berita Associated Press, Rabu (4/8/2004). Meski begitu Raja Yordania itu menolak mengatakan apakah dirinya menyarankan adanya perubahan dalam kepemimpinan Palestina. "Hanya rakyat Palestina yang bisa memilih kepemimpinannya atau menggantinya," ujar Abdullah.Ketika ditanyakan mengenai komplain Palestina yang merasa sendirian menghadapi Israel dan komunitas internasional, Raja Abdullah terdengar frustrasi dengan kebijakan Palestina. "Pertama-tama, rakyat Palestina harus mengatakan pada kami bagaimana mereka ingin kami bantu dan dengan apa," ujarnya.Pemimpin Palestina Yasser Arafat tengah mendapat tekanan di dalam dan luar negeri untuk melakukan reformasi, khususnya menyangkut dinas-dinas keamanan. Arafat telah berjanji untuk mengkonsolidasikan pasukan keamanan dan meletakkan sebagian dari mereka di bawah kendali Perdana Menteri Ahmed Qureia. Namun banyak yang menanggapi dengan skeptis janji Arafat tersebut.
(ita/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































