Perampok Toko Emas di Ciputat Berencana Buka Kios Handphone

Perampok Toko Emas di Ciputat Berencana Buka Kios Handphone

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 07 Mar 2012 07:54 WIB
Perampok Toko Emas di Ciputat Berencana Buka Kios Handphone
Jakarta - Tujuh pelaku perampokan empat toko emas di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan melarikan diri setelah membawa kabur uang hasil penjualan 10 kg emas. Tadinya, para pelaku ini berencana menjalani 'kehidupan baru' dengan sejumlah rencana masa depan.

Salah satu tersangka, Edi mendapatkan bagian sebesar Rp 150 juta dalam kejahatan tersebut. Duit itu tadinya akan dijadikan sebagai modal usahanya.

"Saya rencananya mau buka kios handphone," ujar Edi kepada detikcom, Rabu (7/3/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Empat hari pascaperampokan toko emas, Edi dan Wongso melarikan diri. Namun, keduanya tertangkap dalam perjalanan menuju ke tempat pelariannya.

"Tadinya kita mau ke Jogja, mau buka usaha di sana." kata pria lajang itu.

Hal yang sama juga dilakukan Wongso. Sebagai rekan yang berasal dari satu daerah yakni Palembang, keduanya bersama-sama melarikan diri ke Jogja. Namun, petugas kemudian membekuknya ketika berada di sebuah rumah makan di pinggir Terminal Cirebon.

Tersangka Wongso, saat itu hendak melarikan diri dari penyergapan petugas. "Saya mau kencing tadinya," kata Wongso. Akibatnya, Wongso mendapatkan 'hadiah' berupa timah panas pada kaki kanannya.

Perampokan direncanakan oleh seorang pelaku yang masih buron. Mereka kemudian melakukan pemufakatan kejahatan dengan melakukan survei lebih dulu ke lokasi.

Para pelaku kemudian menggambarkan posisi empat toko emas (Toko Emas Sinar Abadi, Toko Emas Ciputat Jaya, Toko Emas Dua Empat dan Toko Emas Subur Jaya) serta situasi di lokasi. Setelah melakukan survei, para pelaku kemudian membentuk tim hingga terkumpul sebanyak 12 orang.

Sebanyak 12 Pelaku kemudian membagi-bagi tugasnya, mulai dari tim survei, penyedia peralatan kejahatan, eksekutor dan pengawas situasi yang stand by di lokasi hingga penjemput.

Sebagai alat transportasi untuk pergerakan itu, kawanan perampok ini menyiapkan dua unit mobil Toyota Avanza dan Toyota Rush serta empat unit motor. Kawanan ini juga menyiapkan empat pucuk senjata api untuk menakut-nakuti korban. Pada hari H, Jumat (24/2) sekitar pukul 10.30 WIB, para pelaku kemudian melancarkan aksinya.

Mereka kemudian bertemu di restoran cepat saji KFC, samping Ramayana, Ciputat, Tangerang Selatan. Dengan menggunakan motor, mereka kemudian menuju ke lokasi yang menjadi sasaran perampokan.

Di lokasi sasaran, para pelaku kemudian menggasak 10 kilogram emas senilai Rp 1,8 miliar. Usai merampok, kawanan ini kemudian melarikan diri ke Karangantu, Kota Serang, Banten ke sebuah save house yang disediakan tersangka Toni.

Setelah menghabiskan waktu selama dua hari, para pelaku kemudian menjual emas tersebut ke penadah. Uang hasil penjualan emas curian itu kemudian dibagi-bagi di Hotel Mahadria, Kota Serang, Banten.

Lima pelaku bernama Muhammad Ibrahim alias Wongso, Toni, Edi Sumartono dan Suratno alias Tono serta Anwar Syarifudin ditangkap di Serang, Cirebon dan Bandung. Sementara tujuh lainnya, saat ini masih buron dan tengah dikejar petugas.

(mei/)


Berita Terkait