Ditinggal Pendukungnya, PPP Tidak Akan Hancur
Rabu, 04 Agu 2004 08:57 WIB
Jakarta - Pengamat politik Indria Samego mengatakan, meskipun saat ini Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terlihat mulai ditinggalkan pendukungnya, namun partai berlambang Ka'bah itu tidak akan terpecah apalagi sampai bubar."Pemilu legislatif berbeda dengan pemilu presiden. Pada pilpres, tidak otomatis pemilih akan memilih tokoh dari partainya sendiri. Jadi penurunan suara pendukung PPP itu bukan berarti partai tersebut menuju perpecahan."Demikian dikatakan Indria saat berbincang-bincang dengan detikcom, Rabu (4/8/2004) pagi. Indria menjawab pertanyaan mengenai hilangnya suara pendukung PPP yang berindikasi pada tidak jelasnya nasib partai itu ke depannya.Seperti diketahui, pada pemilu legislatif 5 April, PPP memperoleh 9,226,444 suara atau 8,16% dari total suara. Sedangkan pada pilpres putaran pertama 5 Juli, suara yang diraih capres PPP Hamzah Haz yang juga ketua umum PPP hanya sebanyak 3.569.861 suara (3,009%).Pada pilpres putaran kedua 20 September mendatang, Hamzah menyatakan pihaknya akan mendukung pasangan Mega-Hasyim. Tapi keputusan itu mendapat reaksi berbeda di kalangan pendukungnya. Beberapa pengurus partai ada yang tidak setuju, bahkan ada yang mengundurkan diri.Hal itulah yang menimbulkan dugaan bahwa PPP akan terpecah, bahkan bubar. Namun Indria tidak setuju dengan kesan tersebut. Menurutnya perbedaan pendapat itu adalah hal yang wajar terjadi."Tidak ada hubungannya. Itu hanya kepentingan jangka pendek dari orang-orang di tubuh PPP yang punya alasan mendasar dengan melobi capres yang kuat untuk mendapat posisi lebih baik. Bahwa kemudian ada implikasi perpecahan partai, saya tidak yakin," tukas dia.Yang penting, kata Indria, saat ini PPP sudah memperoleh kursi yang lumayan banyak di DPR. Seandainya mereka dapat kursi yang lebih tinggi, pasti posisi di DPR akan dilepas."Ini hanya suatu upaya untuk membuat dan memperluas jaringan, itu wajar saja," demikian Indria Samego.
(fab/)











































