"Ada satu hal yang akan Indonesia bawa, mengenai yang kita sebut rancangan proses komitmen suatu negara dalam proses denuklirisasi dan program penghindaran dari senjata nuklir," kata staf khusus Presiden bidang Luar Negeri Teuku Faizasyah di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (6/3/2012).
Pria yang akrab disapa Faiz ini mengatakan isu denuklirisasi itu menjadi sangat relevan. Krisis nuklir yang kini berlangsung di Iran dan Korea Utara, merupakan ancaman yang dampaknya dirasakan oleh seluruh negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk pemanfaatan nuklir untuk keperluan damai, Indonesia menegaskan dukungan. Bahkan pengembangannya perlu mendapatkan dukungan demi memenuhi kebutuhan rakyat akan sumber energi baru.
"Nuklir untuk maksud damai jadi salah satu yang kita prioritaskan," tegas Faiz.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, bila agenda dan misi Indonesia dalam KTT Nuklir di Korsel lanjutan dari KTT sebelumnya di Washington DC, AS. Tahun lalu delegasi Indonesia hadir dipimpin Wapres Boediono.
"Sejak itu sudah ada pembahasan di level senior official dan nanti masuk dalam pembahasan tingkat menteri, dan kemudian tingkat kepala negara," jelasnya.
(lh/aan)











































