Aktivis World Wildlife Fund (WWF) Indonesia di Riau, Syamsidar, mengaku mendapatkan informasi dari warga setempat. Kemudian, tim WWF langsung mengkrosceknya. "Diperkirakan mati sepekan lalu," kata Syamsidar dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (6/3/2012).
Tim WWF belum bisa memperkirakan umur gajah. Namun diakui hewan berbelalai itu telah dewasa.
Syamsidar menduga gajah tersebut mati karena ulah manusia. Terutama akibat menyempitnya wilayah jelajah hewan tersebut.
"Selama ini masyarakat menganggap gajah sebagai hama, sering merusak kebun warga," kata Syamsidar.
Padahal persepsi itu, kata Syamsidar, tentunya salah besar. Karena gajah sendiri sebenarnya tidak masuk ke kebun atau permukiman selama habitatnya tidak terganggu.
"Kalau habitatnya sudah tidak nyaman lagi, maka gajah pun mulai berkeliaran," kata Syamsidar.
(trw/nrl)











































