"Sekarang kalau tidak punya media sulit untuk menyampaikan pemberitaan yang paling tidak berimbang," kata Denny.
Hal tersebut disampaikannya dalam acara Diskusi Kebangsaan Menumbuhkan Kesadaran KAM dan Mewujudkan HAM yang Berkeadilan di kantor DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Jl Tentara Pelajar, Jakarta, Selasa (6/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang ini bad news is a good news, kabar buruk itu berita yang baik," ujar Denny.
Ia mencontohkan berita korupsi, menurutnya saat ini pemberitaan media tentang korupsi membuat upaya pemberantasan korupsi seakan-akan tidak maksimal. Padahal, Denny menambahkan, saat ini upaya pemberantasan korupsi sudah lebih baik dibanding masa lalu.
"Pemberitaan korupsi saat ini sering membuat seolah-olah upaya pemberantasan korupsi kita tidak maksimal. Padahal IPK (indeks persepsi korupsi) kita nilainya naik," tuturnya.
Denny juga menyindir Metro TV dan tvOne yang dinilainya lebih mengedepankan pemberitaan mengenai parpol tertentu. Menurutnya, hal tersebut juga merupakan ketidakadilan dalam demokrasi.
"Coba tvOne memberitakan yang baik tentang Nasdem dan Metro TV memberitakan yang baik tentang Golkar. Tapi kan tidak terlihat," sindir Denny.
Sebelumnya Direktur Pemberitaan MetroTV Suryopratomo dan Pimred tvOne Karni Ilyas, dalam diskusi di Wisma Antara sudah memberikan penjelasan mengenai kebijakan media mereka. Baik MetroTV maupun tvOne tidak pernah mengikuti kebijakan orang perorang.
(tor/ndr)










































