Pemred MetroTV & tvOne Membantah Tudingan PD

Pemred MetroTV & tvOne Membantah Tudingan PD

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Selasa, 06 Mar 2012 13:34 WIB
Jakarta - Pemred MetroTV dan tvOne menyangkal tudingan PD bahwa keduanya melakukan penggiringan opini dan menyudutkan partai berlambang bintang mercy itu dalam pemberitaan.

News Director MetroTV, Suryopratomo menegaskan, pemberitaan yang dilakukan medianya tidak menyudutkan Demokrat. Alasannya, tidak ada dalam sebuah rapat redaksi menetapkan arah kebijakan editorial hanya atas dasar kepentingan orang per orang.

"Begitu juga terjadi pada rapat-rapat di semua media yang profesional, media tidak pernah menetapkan kebijakan editorial berdasarkan sikap emosional," ujar Suryapratomo.

Bantaham tersebut disampaikannya dalam diskusi "Metro TV & tvOne, Menjawab Pengaduan Partai Demokrat di KPI", di sela-sela acara silaturahim pers nasional, di gedung Wisma Antara, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (6/3/2012).

Suryapratomo juga mengatakan, MetroTV dan tvOne tidak pernah menghukum Anas Urbaningrum dan Angelina Sondakh termasuk mengikuti kebijakan Partai Nasdem yang didirikan Surya Paloh dan Partai Golkar yang dipimpin Aburizal Bakrie.

"MetroTV bukan corong. Kalau memang ada hubungannya, seharusnya Partai Golkar menjadi pemenang pada Pemilu dan Pilpres 2004 dan 2009, karena pada tahun itu, Surya Paloh adalah petinggi Golkar," terangnya.

Selain itu, jika pemberitaan Metro TV yang berkaitan dengan kader Demokrat mengandung unsur politik, maka survei akan menunjukkan Golkar dan Partai Nasdem sebagai partai pilihan masyarakat. Ternyata premis itu tidak terbukti.

"Ternyata hasil survei menunjukkan PDIP sebagai partai pemenang apabila pemilu dilaksanakan sekarang," tegas Suryapratomo.

Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Redaksi tvOne, Karni Ilyas juga menjelaskan tudingan soal pemberitaan Indonesia Lawyers Club (ILC) yang berjudul 'Angie oh Angie'. Menurutnya, judul acaranya itu diambil dari lagu Rolling Stone yang berjudul 'Angie'.

"Lalu pada saat itu, Angie mengaku tidak pernah menggunakan BBM. Jadi saya tidak bisa memilih yang lain," ujarnya.

Menyoal Lapindo seperti yang dikatakan Ramadhan Pohan sebelumnya, bahwa tvOne tidak memberitakan hal tersebut, maka Karni menjelaskan saat peristiwa Lapindo terjadi, tvOne belum lahir.

Karni menambahkan, kesalahan Demokrat sehingga disorot media, adalah kesalahan yang dilakukan oleh kader Demokrat sendiri.

"Yang bikin rusak fungsionaris PD sendiri. Janganlah seperti buruk muka, cermin dibelah," kata wartawan senior ini.

Sebelumnya, Partai Demokrat melalui Ramadhan Pohan menyentil pemberitaan yang dilakukan oleh MetroTV dan tvOne. Ramadhan menuding pada pemberitaan Surya Paloh di Nasional Demokrat (Nasdem) dan Indonesia Lawyers Club (ILC). Tudingan itu disampaikannya dalam diskusi yang sama.

(rmd/nrl)


Berita Terkait