"Akbar yang tidak mengerti persoalan ini antara wiranto dengan saya," ujar Ramadhan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/3/2012).
Dijelaskan Ramadhan, ketika dia mengaitkan Wiranto dengan sejumlah aksi, dirinya tidak menggunakan istilah makar. Dia juga mengaku tidak menyebut Wiranto memimpin penggulingan.Β
"Saya tidak ada menggunkan istilah makar dan memimpin penggulingan. Bahkan saya mendengar istilah makar dari Pak Wiranto sendiri," imbuhnya.
Ramadhan berharap Wiranto turut mengecam demo-demo bertendensi anarkistis. "Karena negeri ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah sendiri," ucap Ramadhan.
Ketua DPP Partai Hanura, Akbar Faisal, sebelumnya membenarkan Elza merupakan Ketua DPP Partai bentukan Wiranto tersebut. Namun dia menolak jika posisi Elza di Hanura dikaitkan dengan peran Elza sebagai pengacara Nazaruddin. Menurut Akbar, profesi Elza tidak ada hubungannya dengan aktivitas Elza di Partai Hanura.
"Dia (Elza Syarief) pengacara jauh sebelum itu. Lihat dari substansi masalah. Tidak pernah kita bahas di DPP Hanura. Jadi politisi yang cerdas dikit dong," cetusnya.
(/ndr)











































