Staf DPR Siap Berpakaian Lebih Sopan

Staf DPR Siap Berpakaian Lebih Sopan

- detikNews
Senin, 05 Mar 2012 17:42 WIB
Staf DPR Siap Berpakaian Lebih Sopan
Jakarta - Aturan baru tentang etika berpakaian bagi pegawai di lingkungan DPR mendapat dukungan. Dukungan itu datang dari staf DPR. Sebab menurut mereka, aturan tersebut dapat memperbaiki citra DPR.

"Terkait aturan yang melarang staf DPR tidak boleh berpakaian seksi, sepakat sekali. Pakaian seksi tidak hanya menyebabkan citra DPR jadi miring, tapi juga secara nggak langsung mengundang pelecehan terselubung buat yang berbusana seksi itu sendiri. Cara berbusana sopan nggak cuma buat staf DPR, tapi juga anggota. Tentu saja di samping busana sopan juga dibarengi perilaku yang simpatik juga," kata staf ahli Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan, Aria Gana, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/3/2012).

Pandangan senada disampaikan Devi Lestari. Aspri (asisten pribadi) anggota Komisi IX DPR, Rizky Sadiq, ini sepakat dengan aturan tersebut. Dia memang lebih nyaman mengenakan jilbab.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sepakat dengan keputusan BURT mengenai pakaian aspri yang tidak boleh seksi. Tapi akan lebih baik lagi membahas kesejahteraan aspri, asuransi kesehatan untuk aspri," kata Devi.

Devi mengatakan, sebenarnya ada aturan agar staf DPR mengenakan seragam. Juga aturan mengenakan batik setiap hari Jumat.

"Sebenarnya ada aturan, ada batik, salah satu kurang PD atau hal-hal lain. Padahal ada seragam dari fraksi sendiri," kata Ruri (24) yang tampak cantik dengan sepatu berhak tinggi di depan Gedung Nusantara I DPR ini.

Kiki Amelia (23) juga berpandangan sama. Namun, bagi gadis cantik berambut pirang ini, seksi sangat relatif. "Seksi itu relatif, saya setuju saja. Selama itu bagus dan positif, ya oke-oke aja," kata Kiki.

(rmd/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads